Persaudaraan di Tepian Danau Toba, Akur Bienam Nikmati Hangatnya Kebersamaan di Paropo

“My Trip My Adventure” jadi momentum mempererat solidaritas komunitas kopi asal Rantauprapat.

Keterangan : Komunitas Akur Bienam Rantauprapat melakukan kunjungan ke Pantai Gajah Tidur di Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi (Ist)

WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Riak tenang Danau Toba dan udara sejuk perbukitan Silalahi menjadi saksi kebersamaan puluhan anggota Komunitas Akur Bienam Rantauprapat saat menggelar kegiatan “My Trip My Adventure” di Pantai Gajah Tidur, Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Sabtu (16/5/2026). Sekitar 30 anggota komunitas menikmati suasana alam sambil mempererat tali persaudaraan yang selama ini tumbuh dari kebersamaan sederhana di Kedai Kopi Akur Bienam.

Perjalanan menuju kawasan wisata Paropo bukan sekadar agenda rekreasi. Di balik kegiatan itu tersimpan semangat solidaritas dan kekeluargaan yang terus dijaga komunitas tersebut. Rombongan berangkat dari Rantauprapat sejak Jumat malam dan menikmati panorama megah kawasan Danau Toba sepanjang perjalanan. Hamparan air danau yang luas dipadukan dengan perbukitan hijau menciptakan suasana yang memikat sekaligus menghadirkan ruang refleksi bagi para peserta.

Salah seorang anggota komunitas, Sampurna Harahap, mengaku selalu terpikat dengan keindahan Danau Toba. Menurutnya, kawasan tersebut menyimpan pesona alam yang sulit ditemukan di tempat lain. “Sisi mana pun di Danau Toba tetap indah. Ini anugerah ilahi yang mesti disyukuri,” ujarnya.

Malam kebersamaan di tepian danau menjadi momen paling berkesan bagi para peserta. Tanpa sekat jabatan maupun kesibukan pekerjaan, mereka menikmati obrolan santai ditemani kopi hangat dan suasana hening alam Paropo. Owner Kedai Kopi Akur Bienam, Agus Tanizar, mengatakan kekuatan komunitas bukan terletak pada jumlah anggota, melainkan rasa saling mendukung dalam suka maupun duka. “Kita akan bersama dalam suka dan duka. Persaudaraan ini sangat bernilai,” katanya.

Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha lokal dan tokoh masyarakat, termasuk mantan Bupati Labuhanbatu Utara dua periode, Kharuddinsyah Sitorus atau Buyung Sitorus, yang dikenal dekat dengan komunitas tersebut. Selain menjadi ajang wisata, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat jaringan sosial dan memperkenalkan potensi wisata Paropo Silalahi yang kini semakin diminati wisatawan pencinta alam dan camping di kawasan Danau Toba.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *