WaroengBerita.com – Medan |Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia ke-80 tahun 2025, desakan keras datang dari Aliansi Wartawan Anti Korupsi Indonesia (AWAKI).
Organisasi ini meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menetapkan status tersangka terhadap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Idianto, yang diduga kuat terlibat dalam praktik suap proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mandailing Natal.
Nama Idianto muncul ke permukaan setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang sebelumnya menyeret eks Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Ginting. Dalam penyelidikan, penyidik menemukan catatan keuangan milik Direktur Utama PT Dalihan Natolu Group, M. Akhirun Efendi Piliang. Di dalamnya tercatat rencana penyediaan dana sekitar Rp 2miliar yang diduga ditujukan untuk Idianto.
Ketua PP AWAKI, Bartlomeus Sihotang, menegaskan pada Selasa (2/9/2025), bahwa dugaan keterlibatan aparat penegak hukum ini memperlihatkan kuatnya budaya setoran. “Setiap kali kami melaporkan dugaan korupsi ke aparat penegak hukum, nyaris tidak ada rasa gentar dari para pejabat di dinas-dinas yang kami surati. Mereka terkesan memiliki ‘payung pelindung’. Itu yang membuat kami curiga adanya backing dari pejabat tinggi,” ujarnya.
Dirinya mengibaratkan ,sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga, “inilah kejatuhan itu, siapa sangka dicatat aliran uang oleh dirut PT DNG itu,” katanya.
Tiga Jaksa Diperiksa
Selain Idianto, KPK juga telah memeriksa dua pejabat kejaksaan lainnya: Kajari Mandailing Natal, Muhammad Iqbal, serta Kasi Perdata dan TUN Kejari Mandailing Natal, Gomgoman Halomoan Simbolon. Pemeriksaan berlangsung di Kejaksaan Agung pada 7 Agustus 2025 lalu.
Rektor USU Ikut Disorot
Tak berhenti di situ, KPK juga membidik Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan kasus fee proyek tersebut. Muryanto diketahui memiliki hubungan politik dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Nama lain yang ikut diperiksa yakni Dicky Anugerah, Sekretaris Bappelitbang Sumut, yang digadang-gadang akan naik jabatan menjadi Kepala Bappelitbang karena kedekatannya dengan Bobby.
KPK Fokus Telusuri Rantai Komando
Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, melalui juru bicara Budi Prasetyo, menegaskan bahwa penyidikan diarahkan pada dua fokus utama: “Kami sedang mengurai alur komando serta aliran dana fee proyek,” jelasnya pada Jumat (15/8/2025).
Hingga kini, KPK masih mendalami dugaan keterlibatan Idianto dalam proyek pembangunan dan preservasi jalan di Sumatera Utara yang disebut-sebut menjadi ladang korupsi berjemaah.(*)












