WaroengBerita.com – Pelalawan | Sebanyak 3.076 calon penerima Sambungan Rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) tahap II di Kabupaten Pelalawan, Riau, telah selesai menjalani proses verifikasi dan validasi. Program yang bersumber dari APBN Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI tersebut ditargetkan segera memasuki tahapan pembangunan fisik.
Program jargas ini menjadi salah satu kabar baik bagi masyarakat Pelalawan menjelang peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan. Proses verifikasi dan validasi dilakukan melalui kolaborasi Tim Jargas Kabupaten Pelalawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian ESDM RI serta PT Noorell MK yang melakukan pendataan langsung di lapangan.
Sebanyak 3.076 sambungan tersebut akan dialokasikan bagi masyarakat di tiga kelurahan Kecamatan Pangkalan Kerinci, yakni Kerinci Barat, Kerinci Kota dan Kerinci Timur.
Masyarakat yang masuk sebagai penerima manfaat akan memperoleh pemasangan jaringan gas rumah tangga tanpa biaya, termasuk fasilitas kompor. Dengan sistem tersebut, warga nantinya dapat memanfaatkan jaringan gas untuk kebutuhan rumah tangga secara lebih praktis.
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., sebelumnya menegaskan bahwa program jargas merupakan salah satu program yang terus diperjuangkan pemerintah daerah. Pada tahap pertama yang dilaksanakan pada 2022/2023, Kabupaten Pelalawan telah memperoleh 3.712 sambungan rumah.
“Atas arahan Bupati, OPD teknis kita instruksikan untuk terus berkoordinasi dan melobi pemerintah pusat. Kita ingin potensi gas yang dimiliki Pelalawan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar perwakilan Tim Jargas.
Upaya tersebut kembali membuahkan hasil pada 2026. Pelalawan tercatat sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Riau yang memperoleh alokasi program jargas rumah tangga pada tahun ini. Untuk wilayah Pulau Sumatera, program tersebut dialokasikan di tiga daerah, yakni Kabupaten Pelalawan, Kota Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Pemkab Pelalawan berharap keberadaan jargas dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Selain tersedia selama 24 jam, jaringan gas dinilai memberikan kemudahan bagi masyarakat karena tidak memerlukan penggantian tabung seperti penggunaan LPG.
Pemerintah daerah juga mengimbau penerima manfaat menjaga jaringan dan seluruh fasilitas yang telah dibangun karena merupakan aset yang harus digunakan secara bertanggung jawab. Apabila ditemukan gangguan teknis, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pengelola, PT PGN maupun pemerintah kelurahan setempat.
Dengan rampungnya proses validasi terhadap 3.076 calon pelanggan, pembangunan fisik jargas tahap II di Pangkalan Kerinci kini siap memasuki tahapan berikutnya. Program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses energi bagi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan potensi gas bumi untuk kesejahteraan masyarakat Pelalawan.(MMD)












