WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Peringatan Haul ke-4 almarhumah Hj. Ely Zarwati, istri Khairudinsyah “Buyung” Sitorus, diisi dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Tahfizh 10 Juz. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung selama tiga hari, 23-25 September 2026.
Sebanyak 410 peserta dari berbagai kelompok usia ambil bagian dalam empat kategori perlombaan. Tilawah Anak-anak menjadi kategori dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 174 peserta yang terdiri dari 86 putra dan 88 putri.
Sementara Tilawah Remaja diikuti 130 peserta, terdiri atas 73 putra dan 57 putri. Kategori Tahfizh 10 Juz diikuti 83 peserta, yakni 41 putra dan 42 putri. Adapun Tilawah Dewasa diikuti 23 peserta, terdiri dari 13 putra dan 10 putri.
Pembukaan kegiatan dihadiri keluarga almarhumah, termasuk Bupati Labuhanbatu Utara Hendri Yanto Sitorus selaku putra pertama dan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara Erni Arianti Sitorus selaku putri kedua.
Turut hadir Tuan Guru Batak (TGB) Syekh Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk, Wakil Bupati Labuhanbatu Utara Samsul Tanjung, Ketua DPRD Labura Rimba Bertuah Sitorus, jajaran kepala OPD, pimpinan perusahaan, perwakilan organisasi kepemudaan, organisasi masyarakat Islam serta masyarakat.
Nuansa religius semakin terasa dengan penampilan qari nasional Ustaz Ahmad Muhajir yang turut mengisi rangkaian pembukaan.
Wakil Bupati Labura Samsul Tanjung mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda mengenang almarhumah, tetapi juga menjadi sarana syiar Islam sekaligus wadah pembinaan generasi muda melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.
“Semoga seluruh lantunan ayat suci, hafalan peserta, dan kebaikan dari kegiatan ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir untuk almarhumah Ibunda Hj. Ely Zarwati,” ujar Samsul.
Dalam tausiyahnya, TGB Syekh Ahmad Sabban El-Ramaniy Rajagukguk mengatakan penyelenggaraan MTQ dan Tahfizh menjadi bagian dari rangkaian yang memberikan nilai religius dalam peringatan Haul ke-4 Hj. Ely Zarwati.
Menurut TGB, perjalanan keluarga Khairudinsyah Sitorus tidak terlepas dari peran almarhumah yang dinilainya telah memberikan perjuangan, pengorbanan, ketulusan dan doa dalam mendampingi keluarga.
“Ini semua keberkahan beliau ketika hidup bersama suaminya yang begitu ikhlas dan tulus, sehingga keluarga Haji Buyung ini menjadi success story, inspirasi banyak tokoh, banyak keluarga,” kata TGB.
Ia menuturkan, keberhasilan sebuah keluarga lahir melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, perjuangan dan pengorbanan. Dalam proses tersebut, kata dia, terdapat berbagai pengalaman suka dan duka yang dilalui bersama.
TGB juga mengingatkan agar nilai-nilai kebaikan yang telah dilakukan keluarga almarhumah dapat terus diteruskan, terutama dalam membantu masyarakat, kaum lemah dan anak-anak sekolah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya perhatian terhadap para tuan guru dan rumah-rumah suluk sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kegiatan sosial dan keagamaan.
Rangkaian MTQ dan Tahfizh 10 Juz dijadwalkan berakhir pada Jumat (25/9/2026). Selain menjadi bagian dari peringatan haul, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi masyarakat sekaligus wadah pembinaan dan syiar Al-Qur’an bagi generasi muda.(AS)












