WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menggelar rapat lanjutan untuk membahas program perluasan areal tanaman gambir sebagai bagian dari upaya pengembangan komoditas unggulan daerah. Rapat ini dilakukan untuk menindaklanjuti permintaan data pendukung dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia terkait rencana strategis pengembangan tanaman gambir di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pakpak Bharat, Sahat P. Boangmanalu, menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini tengah membenahi berbagai data penting yang dibutuhkan oleh pemerintah pusat, termasuk data areal lahan, kebun gambir, serta informasi pendukung lainnya. Selain itu, persiapan lokasi pembangunan pabrik pengolahan gambir juga menjadi perhatian utama agar program pengembangan komoditas tersebut dapat segera direalisasikan.
Menurutnya, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang dan cepat agar rencana kerja sama dengan Kementerian Pertanian dapat berjalan sesuai target. Pemerintah daerah juga berupaya memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan pabrik gambir serta perluasan areal tanam sehingga program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat tengah mendorong pengembangan komoditas gambir melalui perluasan areal tanam dan peningkatan pengolahan hasil produksi. Program ini direncanakan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertanian RI serta PT Perkebunan Nusantara IV untuk membuka lahan gambir seluas sekitar 10.000 hektare dan membangun pabrik pengolahan gambir dengan kapasitas produksi hingga 14 ton per hari.
Pengembangan komoditas gambir tersebut diharapkan mampu meningkatkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Pakpak Bharat sebagai salah satu sentra produksi gambir di Sumatera Utara. Pemerintah daerah optimistis bahwa sinergi antara pemerintah pusat, BUMN perkebunan, dan pemerintah daerah akan mempercepat realisasi program ini sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan masyarakat setempat.(SB)












