TPID Pakpak Bharat Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Kemendagri: Fokus Stabilitas Harga dan Tata Kelola Perizinan

Keterangan : Sekretaris Daerah Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, bersama jajaran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pakpak Bharat, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Zoom Meeting di Ruang Rapat Nusantara, Kantor Bupati Pakpak Bharat. Rakor ini bertujuan memperkuat strategi pengendalian inflasi serta memastikan kebijakan ekonomi daerah selaras dengan kebijakan nasional. (Foto: Istimewa)

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pakpak Bharat, yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pakpak Bharat, Jalan Berutu, S.Pd, MM, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rakor ini diikuti secara virtual melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Nusantara, Kantor Bupati Pakpak Bharat, Senin (3/2/2025).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, dengan tujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menekan laju inflasi serta memastikan kebijakan pengendalian harga berjalan efektif di seluruh wilayah Indonesia.

Selain itu, pengawasan perizinan daerah juga menjadi salah satu fokus utama dalam rangka memperbaiki tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.

Mendagri: Pengendalian Inflasi Prioritas Utama Pemerintah

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pengendalian inflasi adalah salah satu prioritas utama pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Perkuat koordinasi, pastikan distribusi barang tetap lancar, harga-harga terkendali, serta kebijakan ekonomi daerah selaras dengan strategi nasional. Selain itu, pengawasan perizinan daerah juga menjadi faktor penting dalam menciptakan tata kelola yang lebih akuntabel dan transparan,” ujar Tito.

Laporan BPS: Tren Inflasi dan Deflasi Januari 2025

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, dalam paparannya menjelaskan perkembangan inflasi Januari 2025.

📌 Inflasi secara Year-on-Year (YoY) terhadap Januari 2024 tercatat 0,76 persen
📌 Deflasi Month-to-Month (MtM) Januari 2025 sebesar 0,76 persen

Penyumbang Utama Deflasi Januari 2025 (MtM):

✅ Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil deflasi 1,44 persen
✅ Komoditas utama penyebab deflasi: tarif listrik

Penyumbang Utama Inflasi Januari 2025 (YoY):

✅ Kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi 1,07 persen
✅ Komoditas utama penyebab inflasi: minyak goreng, sigaret kretek mesin, dan cabai rawit

Selain itu, terkait Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ke-5 Januari 2025, tercatat 35 provinsi mengalami kenaikan IPH, sementara 3 provinsi mengalami penurunan. Penyebab utama kenaikan IPH di banyak provinsi adalah lonjakan harga cabai rawit, cabai merah, dan daging ayam ras.

Penandatanganan Nota Kesepakatan Pengawasan Perizinan Daerah

Dalam rakor ini, juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan terkait Kerja Sama dalam Pengawasan Perizinan Daerah yang digagas oleh Kemendagri. Kesepakatan ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas dalam pengelolaan perizinan, sehingga dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan kestabilan inflasi di daerah.

TPID Pakpak Bharat Siap Implementasikan Kebijakan Pengendalian Inflasi

Dengan mengikuti rakor ini, TPID Pakpak Bharat berkomitmen untuk segera mengimplementasikan langkah-langkah strategis dalam menekan inflasi serta meningkatkan stabilitas harga kebutuhan pokok di daerah. Pemerintah daerah juga akan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna menjaga keseimbangan ekonomi lokal.(SB)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *