HKBP Distrik III dan Anggota DPRD Humbahas Gelar Peringatan Hari Bumi

Keterangan : Peringatan Hari Bumi.(Ist)

WaroengBerita.com – Humbahas | Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Distrik III untuk memperingati Hari Bumi, dilakukan kegiatan Doa Bersama dan Penanaman Pohon Bersama yang dipusatkan di HKBP Parlilitan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Selasa (22/4/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Praeses HKBP Distrik III, Pdt. Robinsarhot Lumban Gaol, S.Th.,MM, Anggota DPRD Humbang Hasundutan Indra Nainggolan, perwakilan BPBD Humbang Hasundutan, Rikardo Sihombing, perwakilan KKPH Wilayah XIII Dolok Sanggul Esra Sardina, serta beberapa perwakilan dari Kejari Humbang Hasundutan, Camat Parlilitan, Kapolsek Parlilitan, Pendeta HKBP Parlilitan, NHKBP Humbang Hasundutan, dan insan pers.

Dalam khotbahnya, Pdt. Wellem S. Munthe, S.Th. menyampaikan pesan penting mengenai pelestarian alam, “Kita sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki iman, kita harus memiliki rasa memiliki atas tanaman yang sudah diciptakan Tuhan, jangan dirusak,” tegasnya.

Esra Sardina menyampaikan bahwa dari 8 Sipuh yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan, terdapat satu yang diberhentikan oleh Pemerintah, yakni “Longser Purba”.

Terkait pertanyaan mengenai PNBP, Kepala KKPH Wil-XIII menjelaskan bahwa mereka tidak mengetahui berapa besarnya PNBP yang disetor oleh pemilik atau pengusaha kayu kepada negara, karena seluruh prosesnya sudah menggunakan sistem.

Praeses HKBP Distrik III, Pdt. Robinsarhot Lumban Gaol, juga memberikan penegasan terkait isu yang beredar di masyarakat mengenai aliran dana ke pihak HKBP.

“Kita bergerak murni dari sisi iman Kristen, Tuhan menciptakan bumi dan seluruh isinya untuk kita jaga dan rawat, sehingga dapat bermanfaat bagi anak cucu kita nanti. Tidak ada unsur lain yang beredar saat ini, itu saya pastikan tidak benar,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Humbang Hasundutan, Indra Nainggolan, menanggapi pertanyaan media mengenai isu perusakan hutan di Papatar.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah mengadakan diskusi di gedung dewan terkait masalah tersebut dan akan mendorong Kementerian Kehutanan untuk mempertimbangkan perbedaan kondisi geografis dalam pengelolaan hutan.

“Tanah di Papatar berkontur, tidak rata seperti daerah di Riau atau Kalimantan, yang permukaannya datar,” ujarnya.

Acara ini ditutup oleh Ketua Panitia Penanaman Pohon Bersama, Lembarto Manullang, yang mengumumkan bahwa acara puncak akan dilanjutkan pada 25 April 2025 di HKBP Pargodungan, Dolok Sanggul.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.

Penulis : Frangky Simatupang
Editor : Barto Sihotang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *