WaroengBerita.com – Tebing Tinggi | Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Minggu (17/8/2025), diwarnai nada kekecewaan dari para pejuang bangsa yang tergabung dalam Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Mereka menilai Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi tidak memberikan penghormatan yang layak atas jasa para veteran.
Ketua LVRI Tebing Tinggi, Chasidanis Chatie (94 tahun), melalui Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Bung Frans Sinaga SE, menyampaikan protes terkait perlakuan yang diterima pihaknya. Mulai dari undangan yang hanya berupa lembaran HVS dalam amplop, berbeda dengan undangan resmi berbentuk kartu yang diterima ormas dan OKP lainnya.
“Undangan yang kami terima jauh berbeda, hanya kertas biasa. Sementara ormas lain mendapatkan undangan resmi. Ini bentuk ketidakadilan,” ujar Bung Frans.
Kekecewaan semakin bertambah saat para veteran ditempatkan di kursi bagian belakang, bukan di barisan depan bersama Forkopimda seperti yang semestinya. Lebih lanjut, panitia juga tidak menyiapkan transportasi untuk Ketua LVRI dan rombongan ketika acara berpindah ke rumah dinas Wali Kota.
“Panitia hanya menyuruh para veteran menuju kediaman Wali Kota tanpa memikirkan kondisi Ketua LVRI yang sudah berusia 94 tahun. Seharusnya disediakan kendaraan, bukan sekadar perintah. Ini sangat menyakitkan dan tidak menghormati jasa para pejuang,” tegasnya.
Bung Frans menegaskan pihaknya akan melayangkan protes langsung kepada panitia dan meminta Wali Kota mengevaluasi kinerja Badan Kesbangpolinmas.
“Kami akan pertanyakan ini langsung. Kalau ini bentuk ketidakpahaman, berarti panitia tidak profesional. Kalau disengaja, lebih parah lagi. Kami minta Kesbangpolinmas ataupun panitia yang terlibat dievaluasi bahkan ditegur keras,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesbangpolinmas Kota Tebingtinggi, melalui Kabid Zulfadli Matondang, belum memberikan klarifikasi atas persoalan ini.(RM)












