WaroengBerita.com – Medan |Upaya percepatan bantuan bagi korban bencana alam di wilayah Sumatera terus dilakukan. Kepala Kepolisian Resor Serdang Bedagai menghadiri kunjungan kerja Kapolri dalam rangka pelepasan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di sejumlah provinsi, Sabtu (14/2/2026).
Kapolres Serdang Bedagai AKBP Jhon Sitepu, S.I.K., M.H., hadir bersama jajaran kepolisian dalam kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolri serta Ketua Komisi IV DPR RI . Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aksi kemanusiaan Polri sekaligus dukungan terhadap penanganan dampak bencana di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Dalam agenda yang digelar di Kota Medan itu, Kapolri secara resmi melepas bantuan bertajuk “Polri untuk Masyarakat” yang terdiri dari 22 kontainer logistik. Bantuan mencakup kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pakaian, perlengkapan tidur, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan darurat lainnya yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kapolri menegaskan bahwa penyaluran bantuan merupakan bentuk respons cepat institusi Polri terhadap masyarakat yang mengalami musibah. Ia menyatakan jajaran kepolisian berkomitmen hadir tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
Gubernur Sumatera Utara turut memberikan apresiasi atas kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana, khususnya di wilayah Sumatera Utara. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan sangat penting dalam mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Kegiatan pelepasan bantuan tersebut dihadiri pejabat utama Mabes Polri, Kapolda Sumatera Utara beserta jajaran, para kapolres se-wilayah Polda Sumut, serta unsur pemerintah daerah. Bantuan kemanusiaan ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak bencana alam yang menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta ribuan warga harus mengungsi.
Polri menegaskan akan terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan secara optimal di wilayah terdampak.(RM)












