Buka Puasa Penuh Haru di Lapas Tebing Tinggi, Warga Binaan Bertemu Keluarga di Balik Jeruji

Program Pembinaan Humanis Hadirkan Momen Kebersamaan, Kalapas Sebut Dukungan Keluarga Penting bagi Reintegrasi Sosial.

WaroengBerita.com – Tebing Tinggi|
Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti halaman apel pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi, Rabu (11/3/2026), saat ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) mendapat kesempatan berbuka puasa bersama keluarga mereka.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Ramadan 1447 Hijriah tersebut menjadi momen emosional bagi para warga binaan yang untuk sementara waktu dapat melepas rindu dengan orang-orang terkasih di tengah menjalani masa pembinaan.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Tebing Tinggi Dede Mulyadi, didampingi jajaran pejabat struktural, staf, serta regu pengamanan. Sejumlah calon pegawai negeri sipil (CPNS) juga turut dilibatkan guna membantu kelancaran kegiatan.

Dalam sambutannya, Dede Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang mengedepankan pendekatan humanis terhadap warga binaan.

Menurutnya, keberadaan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan sekaligus mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
“Hari ini kami membuka ruang bagi warga binaan untuk berbuka puasa bersama keluarga. Kami ingin mereka tetap merasakan dukungan dan memiliki harapan untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Dede.

Meski berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, pihak lapas tetap menerapkan prosedur keamanan secara ketat. Regu pengamanan disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman.

Pemilihan lokasi kegiatan di halaman apel pegawai juga dimaksudkan untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka dan nyaman, terutama bagi anak-anak serta keluarga yang datang berkunjung.

Kegiatan buka puasa bersama tersebut berlangsung lancar dan kondusif hingga selesai. Pihak lapas menilai pendekatan pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dapat membantu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memenuhi hak dasar warga binaan untuk tetap merasakan dukungan kasih sayang dari keluarga selama menjalani masa pembinaan.(RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *