WaroengBerita.com – Dairi | Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi) resmi meluncurkan pilot model produk Asuransi Parametrik Indeks Cuaca dan tabungan bagi petani kopi melalui Program ROOTS (Resilience Oriented Solutions for Thriving Smallholders), di Hotel Beristra, Senin (25/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 199 petani kopi menerima polis asuransi berbasis cuaca serta Buku Tabungan Martabe sebagai langkah memperkuat perlindungan ekonomi petani menghadapi dampak perubahan iklim.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga, mengatakan sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah dengan jumlah penduduk mencapai lebih dari 329 ribu jiwa yang tersebar di 15 kecamatan dan 169 desa/kelurahan. Karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh Program ROOTS yang dijalankan Mercy Corps Indonesia bersama sejumlah mitra strategis.
Menurutnya, program tersebut menyasar 1.000 petani kopi di enam desa di Kecamatan Sumbul dan Parbuluan, dengan komposisi 60 persen petani perempuan dan 40 persen laki-laki. Program ini diharapkan mampu mengubah pola penanganan risiko petani dari yang sebelumnya bersifat reaktif menjadi lebih tangguh dan terencana.
“Melalui produk asuransi ini, petani kopi diharapkan dapat membangun ketahanan usaha tani secara lebih proaktif sehingga keberlanjutan pertanian kopi di Kabupaten Dairi tetap terjaga,” ujar Vickner.
Enam desa penerima manfaat Program ROOTS meliputi Desa Pegagan Julu VI, Pegagan Julu VII, Pegagan Julu VIII, dan Desa Perjuangan di Kecamatan Sumbul, serta Desa Parbuluan III dan Parbuluan IV di Kecamatan Parbuluan.
Program ini turut melibatkan Bank Sumut dan Zurich Syariah Indonesia dalam memberikan pelatihan literasi keuangan, edukasi asuransi parametrik indeks cuaca, hingga akses layanan keuangan bagi petani kopi.
Asuransi parametrik indeks cuaca sendiri merupakan model perlindungan berbasis data cuaca, di mana pencairan klaim dilakukan berdasarkan parameter cuaca tertentu tanpa perlu survei lapangan. Skema ini dinilai lebih cepat, transparan, dan efisien dibanding sistem klaim konvensional.
Kepala Bappeda Dairi, Romedi Bangun, menyebut Program ROOTS menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan petani kopi terhadap ancaman perubahan iklim sekaligus memperluas akses keuangan masyarakat tani.
Ia juga memaparkan keberhasilan Program BENTANI Light yang dijalankan sejak Juni 2024 hingga Januari 2026 di 10 desa pada lima kecamatan di Kabupaten Dairi. Program tersebut fokus pada pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kesehatan, literasi keuangan, dan pengembangan usaha bagi 3.700 petani kopi perempuan, istri petani, dan anak perempuan di kawasan pertanian kopi.
“Harapannya, petani kopi di Dairi semakin tangguh, sehat, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung keberlanjutan sektor kopi daerah,” kata Romedi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Sekda Dairi Surung Charles Bantjin, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Pertanian RI, BMKG Wilayah I Sumatera Utara, serta pimpinan lembaga dan perusahaan mitra program.(RS)












