Tiga Rumah Kontrakan di Rantau Selatan Hangus Terbakar

Korsleting listrik diduga jadi pemicu, kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta

Keterangan : Petugas Damkar menyemprot air ke rumah yang terbakar.(ist)

WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Kebakaran hebat melanda tiga unit rumah kontrakan di Jalan Ika Bina, Lingkungan Beringin, Kelurahan Sioldengan, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tiga rumah kontrakan permanen milik H. Ramli Nasution yang dihuni Nurhadi, Ahmad Taufik, dan Ari itu dilaporkan hangus dilalap api dalam waktu singkat. Berdasarkan informasi di lapangan, sumber api diduga berasal dari rumah kontrakan nomor dua yang ditempati Ahmad Taufik. Sebelum kejadian, Taufik diketahui sedang memperbaiki mesin air di kediamannya.

Api pertama kali terlihat muncul dari salah satu kamar rumah tersebut sebelum dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sebelahnya. Kondisi bangunan yang berdekatan membuat kobaran api sulit dikendalikan oleh warga yang berupaya melakukan pemadaman secara mandiri.

Kepala Lingkungan Beringin, Muhammad Gazali Siregar, mengatakan para penghuni tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang berharga mereka karena api menyebar sangat cepat. “Api membesar dalam waktu singkat sehingga penghuni hanya bisa menyelamatkan diri,” ujarnya.

Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Labuhanbatu segera tiba di lokasi dengan mengerahkan dua unit armada dan delapan personel. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah-rumah lain di kawasan padat penduduk tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan sebagian besar isi rumah dan menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, namun aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan sumber api yang memicu musibah tersebut.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *