Kasat Lantas Polres Langkat Ajak Komunitas Ojek dan Betor Jadi Pelopor Zero Kecelakaan

Lewat Program “Polantas Menyapa”, Polisi Bangun Kesadaran Tertib Berlalu Lintas dengan Pendekatan Humanis

WaroengBerita.com – Langkat | Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Pangkalan Ojek dan Betor (becak bermotor) Jalan Proklamasi, Simpang Harapan, Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Kamis siang (16/10/2025). Bukan dalam rangka razia atau penindakan, kali ini jajaran Satlantas Polres Langkat hadir untuk bersilaturahmi dan berdialog langsung bersama komunitas pengemudi.

Kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa” tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Langkat, AKP Mhd. Tommy Franata, S.T.K., S.I.K., M.H., M.T., sebagai bentuk pendekatan humanis dalam membangun kesadaran berlalu lintas di kalangan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek dan betor.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB itu, AKP Tommy mengajak para driver untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya dan tanggung jawab bersama. Ia menekankan bahwa para pengemudi merupakan garda terdepan dalam menciptakan ketertiban lalu lintas di Kabupaten Langkat.

“Bapak-bapak adalah ujung tombak transportasi di Langkat. Setiap hari, banyak keluarga yang mempercayakan keselamatan anak dan istri mereka kepada kalian. Karena itu, keselamatan kalian di jalan adalah prioritas utama,” ucap AKP Tommy disambut tepuk tangan peserta.

Dalam dialognya, Kasat Lantas menyampaikan tiga pesan utama keselamatan berlalu lintas: Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, dan Tertib Lalu Lintas. Namun, alih-alih dengan bahasa formal, pesan tersebut dikemas secara ringan dan penuh keakraban.

“Helm bukan untuk saya atau polisi, tapi untuk istri dan anak yang menunggu di rumah. Kita semua ingin pulang dengan selamat, bukan karena takut ditilang, tapi karena sayang nyawa,” ujarnya menegaskan.

Kegiatan yang dihadiri personel Satlantas Polres Langkat ini menjadi wadah interaksi langsung antara polisi dan masyarakat. Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasat Lantas menyampaikan bahwa pendekatan semacam ini merupakan wujud nyata komitmen kepolisian dalam membangun kepercayaan publik dan menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

“Kami tidak hanya ingin menekan angka kecelakaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dan kedisiplinan dari dalam diri masyarakat. Edukasi seperti ini lebih bermakna daripada sekadar penindakan,” jelas AKP Tommy.

Dengan menggandeng para pengemudi ojek dan betor sebagai mitra dan agen perubahan, Satlantas Polres Langkat berharap tercipta budaya keselamatan yang berkelanjutan. Program “Polantas Menyapa” diharapkan menjadi contoh pendekatan persuasif yang efektif untuk mewujudkan Zero Accident di wilayah Langkat.(Sri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *