WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu meluncurkan inovasi pelayanan sosial bertajuk Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) untuk memperkuat pengawasan dan memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat maupun daerah tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
Peluncuran tersebut ditandai dengan pembukaan Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Agen Perlinsos oleh Wakil Bupati Labuhanbatu, H. Jamri, ST, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Jalan WR Supratman, Kecamatan Rantau Utara, Rabu (21/10/2026).
Dalam sambutannya, Jamri menegaskan bahwa penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan terobosan serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tidak terlewatkan, sekaligus meminimalkan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
“Kita tidak boleh lagi mendengar ada warga kita yang sangat membutuhkan bantuan, namun luput dari perhatian. Sebaliknya, kita juga harus meminimalkan adanya bantuan yang salah sasaran,” tegas Jamri.
Ia menjelaskan, Agen Perlinsos bukan sekadar penambahan struktur birokrasi, melainkan menjadi mata, telinga, dan perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam merespons pengaduan masyarakat. Keberadaan agen ini diharapkan mempercepat penanganan persoalan sosial sekaligus memastikan jaring pengaman sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mendukung pelaksanaannya, Jamri meminta camat, lurah, kepala desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) aktif melakukan supervisi, pengawasan, dan koordinasi di wilayah masing-masing.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan warga yang mengalami kemiskinan ekstrem tidak luput dari perhatian serta kesiapsiagaan Agen Perlinsos dalam menghadapi kondisi kedaruratan sosial.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Labuhanbatu, Syahrizal, SE, menyampaikan bahwa Agen Perlinsos merupakan perpanjangan tangan pemerintah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Sosialisasi dan koordinasi tersebut dinilai penting agar para agen memahami serta menjalankan tugas dan fungsinya secara optimal sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para staf ahli bupati, perwakilan jajaran Diskominfo, camat, lurah, Ketua ABDESI, pendamping PKH, serta undangan lainnya.
Melalui inovasi ini, Pemkab Labuhanbatu berharap koordinasi penanganan masalah sosial semakin efektif dan penyaluran bantuan lebih akurat. Namun, keberhasilan Agen Perlinsos nantinya akan ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, kecepatan menindaklanjuti pengaduan, serta kemampuan pemerintah memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak. (AS)












