WaroengBerita.com – Jakarta | Polemik dugaan korupsi proyek infrastruktur di Sumatera Utara kembali menghangat setelah nama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU), Muryanto Amin, ikut terseret dalam penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meski statusnya masih saksi, hingga dua kali pemanggilan lembaga antirasuah, Muryanto tak pernah hadir tanpa alasan jelas.
Ketua Umum PP Ikatan Wartawan Online (IWO), Teuku Yudhistira, menilai sikap tersebut mencoreng dunia pendidikan. “Sebagai seorang rektor, seharusnya dia memberi contoh taat hukum dan bertanggung jawab. Jika merasa tidak bersalah, hadapi penyidik dengan ksatria, bukan justru mangkir,” tegas Yudhistira di Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Yudhistira meminta KPK bertindak tegas bila ketidakpatuhan ini berlanjut. “Jangan biarkan seolah kebal hukum. Jika memang terus menghindar, KPK harus segera menjemput paksa atau bahkan menangkap agar semua terang benderang,” katanya.
Lebih jauh, Yudhistira juga menyinggung rekam jejak kontroversial Muryanto selama memimpin USU. Mulai dari isu plagiat saat pencalonan rektor, dugaan keterlibatan dalam politik praktis, kasus kolam retensi dan Plaza UMKM yang mangkrak, hingga hilangnya aset kebun kampus yang seharusnya memberi pemasukan untuk mahasiswa.
“Belum lagi kasus 900 calon mahasiswa yang batal kuliah akibat terbebani UKT mahal. Rentetan persoalan ini menunjukkan integritas yang dipertanyakan,” tambahnya.
Ia juga meminta Menristek Dikti turun tangan menyelamatkan reputasi USU. “Jangan dibiarkan. Apalagi yang bersangkutan santer disebut kandidat kuat rektor periode berikutnya. Ini berbahaya bagi dunia akademik. Segera nonaktifkan dan hentikan peluangnya mencalonkan diri lagi,” pungkas Yudhistira.(RM)












