Jelang Revalidasi Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Bupati Samosir Siap Mendukung Dengan Keberadaan Geosite Yang Masih Terjaga dan Terawat

Pemkab Samosir optimis lima geosite tetap menjadi daya tarik kuat dan mendukung upaya pengembalian “kartu hijau” UNESCO Geopark.

WaroengBerita.com – Samosir |Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan dukungannya terhadap proses revalidasi status Toba Caldera UNESCO Global Geopark yang akan dilaksanakan oleh UNESCO pada tanggal 21–25 Juli 2025. Ia menyampaikan keyakinan bahwa lima geosite utama yang berada di wilayah Kabupaten Samosir tetap terjaga dan terawat, serta dapat menjadi kontribusi nyata untuk memenuhi enam rekomendasi UNESCO terkait pengelolaan geopark.

Kegiatan rapat persiapan yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumut pada 30 Juni 2025 menyebut kehadiran Bupati Samosir didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho dan Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang. Dalam kesempatan itu, Bupati menyebut lima lokasi geosite di Kabupaten Samosir, yaitu Pusuk Buhit, Tele–Efrata–Sihotang, Huta Tinggi–Sidihoni, Simanindo–Batu Hoda, dan Ambarita–Tuktuk–Tomok, serta pusat informasi geopark di Sigulatti Kecamatan Sianjur Mula Mula sebagai komponen vital dalam pengelolaan geopark.

Sejak pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark pada Juli 2020, kawasan ini memang menghadapi tantangan pengelolaan — pada 2023 geopark ini mendapat “kartu kuning” dari UNESCO yang menyoroti kelemahan tata kelola, keterlibatan masyarakat, riset geologi, dan visibilitas geosite. ([Antara News][1]) Bupati Vandiko menyatakan Pemkab Samosir terus menjalankan regulasi berupa keputusan bupati, memberikan pendampingan dan pelatihan kepada BUMDes, kelompok wisata, serta mengintegrasikan kurikulum sekolah dan geopark corner agar generasi muda memahami nilai warisan geologi, budaya dan hayati yang ada.

Dalam sambutannya, Bupati menggarisbawahi bahwa pelestarian budaya tetap menjadi bagian dari visi geopark, serta bahwa pengembangan UMKM lokal dan peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar geosite telah terbukti melalui prestasi Desa Wisata Hariara Pohan (Juara 2 Nasional Anugerah Desa Wisata 2023) dan Desa Huta Tirgi (Top 5 2021). “Geosite yang ada di Samosir bukan hanya warisan alam, tapi juga penggerak ekonomi lokal dan identitas budaya,” ucapnya.

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution dalam sambutannya menekankan bahwa semua daerah se-kawasan Danau Toba harus segera menuntaskan kekurangan dalam pengelolaan geopark, mulai dari penelitian geologi, peta geologi, panel info publik, hingga event nasional dan internasional. Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan lingkungan, termasuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan, menjadi bagian tak terpisahkan dari kelayakan geopark.

Dengan kondisi tersebut, Kabupaten Samosir melalui Bupati Vandiko Gultom menyatakan kesiapan kolaboratif untuk mendukung tim asesor UNESCO, menjaga dan merawat geosite, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan menunjukkan kepada dunia bahwa Toba Caldera tetap layak mempertahankan status geopark globalnya. (Bernad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *