Wabup Samosir Dorong Kesetaraan Gender Lewat Sosialisasi Pengarusutamaan Gender

Pemkab Samosir tekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk wujudkan pembangunan inklusif dan berkeadilan.

WB – Samosir | Pemerintah Kabupaten Samosir terus berupaya mendorong terwujudnya pembangunan yang inklusif dan berkeadilan melalui penerapan *Pengarusutamaan Gender* (PUG). Komitmen ini diwujudkan dengan penyelenggaraan Sosialisasi Kebijakan Pelaksanaan PUG Kewenangan Kabupaten/Kota yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DISP3APPKB), di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan yang diikuti pimpinan perangkat daerah dan camat se-Kabupaten Samosir tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk. Sosialisasi menghadirkan narasumber dari Dinas P3APPKB Provinsi Sumatera Utara, Dr. Devita Mesayu, SH, M.Hum., yang memberikan pemahaman terkait kebijakan dan strategi pelaksanaan PUG di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Wabup Ariston menegaskan bahwa kesetaraan gender merupakan bagian penting dari keberhasilan pembangunan. Pemerintah daerah, kata Ariston, harus memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan mempertimbangkan kebutuhan serta aspirasi perempuan dan laki-laki secara seimbang.

“Untuk menciptakan kesetaraan gender, seluruh pemangku kepentingan harus mampu membuka akses yang sama bagi semua pihak dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Ariston juga mengingatkan bahwa penerapan PUG bukan hanya tanggung jawab satu instansi, tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh perangkat daerah agar tercipta sinergi nyata dalam pelaksanaan program pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dinas P3APPKB Kabupaten Samosir, dr. Priska Situmorang, MM, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan menggugah kesadaran seluruh unsur pemerintah tentang pentingnya kesetaraan gender dalam setiap bidang kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dan politik.

Menurut Priska, ketimpangan gender masih menjadi tantangan yang perlu diatasi bersama. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen memperkuat pelaksanaan PUG agar kebijakan dan program daerah benar-benar mencerminkan prinsip keadilan dan inklusivitas.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan bahwa kesetaraan gender bukan hanya konsep, tetapi menjadi bagian nyata dari arah pembangunan di Kabupaten Samosir,” pungkasnya.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah strategis Pemkab Samosir dalam mendukung terwujudnya tatanan masyarakat yang adil, inklusif, dan responsif gender, sekaligus memperkuat komitmen daerah terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.(VLS/Makkirim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *