WaroengBerita.com – Langkat | Dampak banjir yang melanda Kabupaten Langkat pada 25 November 2025 masih dirasakan warga hingga kini. Puluhan masyarakat Desa Securai Utara, Kecamatan Babalan, mendatangi kantor DPRD Langkat untuk menyampaikan aspirasi terkait bantuan pascabencana, Kamis (16/04/2026).
Kedatangan warga diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Langkat, Romelta Ginting, SE, di ruang rapat Badan Anggaran. Dalam audiensi tersebut, warga mengeluhkan belum terakomodirnya data rumah mereka yang rusak akibat banjir, sehingga tidak masuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah.
Masyarakat berharap dapat memperoleh bantuan dana stimulan rumah yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Mereka meminta DPRD Langkat turut memperjuangkan agar data tambahan yang disampaikan bisa diverifikasi dan diusulkan kembali.
Menanggapi aspirasi tersebut, Romelta Ginting menyatakan pihaknya memahami kondisi yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa permasalahan utama terletak pada validitas data yang menjadi dasar penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.
“Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pendataan susulan dapat dilakukan. Harapannya, warga yang memenuhi syarat tetap bisa menerima bantuan,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa bantuan stimulan diberikan berdasarkan kategori kerusakan rumah. Untuk rumah rusak ringan, bantuan mencapai Rp15 juta dari BNPB, ditambah Rp3 juta untuk kebutuhan rumah tangga dan Rp5 juta untuk pemulihan ekonomi. Sementara rumah rusak sedang menerima Rp30 juta, dan rusak berat hingga Rp60 juta, dengan tambahan bantuan serupa dari Kementerian Sosial.
DPRD Langkat berharap proses koordinasi antara pemerintah daerah dan pusat dapat segera dilakukan agar seluruh masyarakat terdampak banjir yang memenuhi kriteria bisa mendapatkan bantuan secara adil dan merata.(Barto)












