Polisi Gagalkan Peredaran Sabu 10 Gram di Labura, Dua Pelaku Ditangkap

Penindakan berawal dari laporan warga, aparat sita barang bukti dan amankan tersangka.

WaroengBerita.com – Labuhanbatu |Komitmen aparat kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika kembali dibuktikan dengan pengungkapan kasus di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu berhasil menggagalkan peredaran sabu seberat 10,10 gram di Dusun II Simpang Membot, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kualuh Selatan, Selasa sore (28/4/2026).

Dalam operasi tersebut, dua terduga pelaku berinisial DTN alias David (31) dan ADP alias Dwi (22) berhasil diamankan tanpa perlawanan. Keduanya diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika di wilayah tersebut.

Kapolres Labuhanbatu melalui Kasi Humas AKP Aswin Irwan menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Ramadhan Hilal segera melakukan penyelidikan dan pengintaian di lokasi.

Setelah memastikan keberadaan target, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap kedua pelaku. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu dalam plastik klip transparan dengan berat bruto 10,10 gram. Selain itu, turut diamankan dua unit telepon genggam yang diduga digunakan sebagai alat komunikasi dalam transaksi, masing-masing satu unit iPhone dan satu unit ponsel merek Infinix.

Kapolsek Kualuh Hulu menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Ia mengapresiasi peran aktif warga dalam memberikan informasi sehingga peredaran narkotika dapat dicegah lebih dini.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta operasi penindakan guna menekan peredaran narkoba di wilayah hukum Polsek Kualuh Hulu. Menurutnya, tidak ada ruang bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika, mengingat dampaknya yang merusak generasi muda.

Kedua tersangka kini telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut, sementara aparat terus mengembangkan kasus guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas.(AS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *