Polres Pelalawan Gandeng Remaja Masjid Perangi Narkoba

Ratusan Pelajar Ikuti Seminar Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika di Pangkalan Kerinci.

Keterangan : Foto bersama.(Ist)

WaroengBerita.com – Pelalawan | Satuan Reserse Narkoba Polres Pelalawan menggandeng Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) menggelar seminar pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkotika, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Pangkalan Kerinci itu diikuti ratusan remaja, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum sejak pukul 08.30 WIB.

Seminar tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Riau Fraksi PKS Abdullah, Anggota DPRD Pelalawan Dedy Prianto, Camat Pangkalan Kerinci Junaidi, KBO Satresnarkoba Masril, perwakilan BNN Pelalawan Raden Hariyadi Purwodinoto, Ketua Organisasi Jalanin Fadli Rahman, Pembina JPRMI Sukaeni, serta Ketua JPRMI M. Al Qodry.

Dalam paparannya sebagai narasumber, IPTU Masril menegaskan pentingnya peran keluarga dan masjid dalam membentengi generasi muda dari ancaman narkotika. Ia menjelaskan berbagai jenis narkoba beserta dampak buruknya terhadap kesehatan fisik, mental, hingga masa depan pendidikan para remaja.

“Kami paparkan jenis-jenis narkoba dan dampaknya ke fisik, psikis, sampai masa depan pendidikan. Remaja masjid harus jadi garda terdepan. Jangan coba-coba, sekali pakai narkoba hancur semua,” tegas IPTU Masril.

Sementara itu, Anggota DPRD Riau Abdullah memberikan apresiasi terhadap kolaborasi antara Polres Pelalawan dan JPRMI dalam membangun kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.

“Narkoba adalah musuh bersama. Melalui seminar ini, anak-anak kita semakin memahami dampak buruk narkoba. DPRD mendukung penuh program pencegahan berbasis komunitas seperti ini,” ujarnya.

Kegiatan seminar difokuskan pada tiga materi utama, yakni pengenalan jenis-jenis narkotika, pemahaman dampak penyalahgunaan, serta strategi pencegahan di lingkungan remaja dan pelajar. Suasana seminar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab.

Sinergi antara kepolisian, legislatif, BNN, organisasi kepemudaan, dan remaja masjid diharapkan menjadi benteng kuat dalam mencegah masuknya narkoba ke kalangan generasi muda di Kabupaten Pelalawan.(MMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *