Truk Tronton dan Xenia Bersenggolan di Jalinsum Sergai, Sopir Truk Terluka

Diduga Gagal Menyalip di Ruas Padat Sei Bamban, Polisi Ingatkan Pengendara Utamakan Keselamatan daripada Memaksakan Manuver

WaroengBerita.com – Sergai | Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Kota Medan dan Tebing Tinggi. Insiden yang melibatkan sebuah truk tronton dan mobil penumpang terjadi di sekitar persimpangan Dusun III, Desa Pon, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 15.20 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka-luka dan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp5 juta.

Peristiwa itu melibatkan truk tronton Mitsubishi bernomor polisi BK 8326 BL yang dikemudikan Tomutius Sembiring (39) dan mobil Daihatsu Xenia BK 1913 VK yang dikemudikan Muhammad Darma (35).

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Serdang Bedagai, kecelakaan diduga bermula ketika truk yang melaju dari arah Tebing Tinggi menuju Medan berusaha mendahului kendaraan di depannya.

Namun, kondisi ruang jalan yang terbatas membuat manuver tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Kasi Humas Polres Serdang Bedagai, AKP Bringin Jaya, SH, MH, menjelaskan bahwa pengemudi truk diduga kurang memperhitungkan jarak aman saat melakukan upaya mendahului.

“Benar terjadi kecelakaan di jalur negara wilayah Sei Bamban. Saat truk memaksa mendahului, jarak dan ruang tidak cukup sehingga sisi kiri bodi truk menyenggol sisi kanan mobil Xenia,” ujar Bringin Jaya.

Benturan Terjadi di Jalur Padat

Jalan nasional yang menghubungkan Medan dan Tebing Tinggi dikenal sebagai salah satu ruas dengan volume kendaraan cukup tinggi, terutama kendaraan angkutan barang dan kendaraan pribadi yang melintas setiap hari.

Di lokasi kejadian, benturan tidak dapat dihindari ketika badan truk dan mobil penumpang berada dalam posisi berdekatan saat proses mendahului berlangsung.

Akibat gesekan tersebut, bagian samping kedua kendaraan mengalami kerusakan. Truk mengalami kerusakan pada sisi kiri bodi, sementara mobil Xenia mengalami kerusakan pada bagian kanan kendaraan.

Meski kerusakan kendaraan cukup terlihat, kondisi para penumpang mobil Xenia dilaporkan selamat.

Muhammad Darma yang mengemudikan kendaraan tersebut tidak mengalami cedera. Begitu pula dua penumpangnya, yakni Tutwuri (42) dan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun.

Sebaliknya, pengemudi truk mengalami luka robek pada kedua kakinya akibat benturan saat kecelakaan terjadi.

Petugas yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum Melati Kampung Pon guna mendapatkan penanganan medis.

Polisi Lakukan Penanganan dan Pengamanan Barang Bukti

Usai kejadian, personel Satlantas Polres Serdang Bedagai segera melakukan pengamanan lokasi guna mencegah kemacetan serta menghindari risiko kecelakaan lanjutan.

Kasat Lantas Polres Sergai AKP Gokma Silitonga, SH, MH, memimpin langsung penanganan awal di lokasi bersama personel Unit Gakkum.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan kemudian diamankan ke kantor Unit Gakkum Satlantas Polres Sergai untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Polisi juga mengumpulkan keterangan dari para pengemudi serta saksi yang berada di sekitar lokasi guna memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Kesalahan Mendahului Masih Jadi Pemicu Kecelakaan

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan akibat manuver mendahului yang tidak memperhatikan kondisi lalu lintas dan ruang gerak kendaraan.

Dalam banyak kasus kecelakaan di jalan nasional, kesalahan memperhitungkan jarak aman saat menyalip menjadi salah satu faktor dominan yang menyebabkan tabrakan maupun senggolan antarkendaraan.

Pihak kepolisian mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan dibandingkan keinginan mempercepat perjalanan.

Pengemudi, terutama kendaraan bertonase besar, diminta memastikan kondisi jalan benar-benar aman sebelum melakukan manuver mendahului kendaraan lain.

Selain itu, faktor cuaca juga perlu menjadi perhatian karena kondisi jalan yang licin dan jarak pandang yang terbatas dapat memperbesar risiko kecelakaan.

“Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap pengendara harus disiplin, menjaga jarak aman, serta tidak memaksakan manuver yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Bringin Jaya.

Hingga proses penanganan selesai dilakukan, situasi lalu lintas di sekitar lokasi kejadian dilaporkan kembali normal dan arus kendaraan dapat melintas dengan lancar.(RM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *