WaroengBerita.com – Dairi | Pemerintah Kabupaten Dairi (Pemkab Dairi) terus memperkuat peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan. Komitmen tersebut ditandai dengan pengukuhan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi oleh Bupati Dairi, Vickner Sinaga, pada Selasa (23/6/2026) di Balai Budaya Sidikalang.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi, Lintong Rita Puspita Vickner Sinaga, melantik Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Dairi untuk masa bakti 2025–2030.
Prosesi pengukuhan dan pelantikan tersebut turut disaksikan Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin, Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Dairi Sri Dewi Wahyu Sagala, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta camat se-Kabupaten Dairi.
Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat transformasi Posyandu yang kini memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sebelumnya.
Posyandu Bertransformasi Menjadi Pusat Layanan Masyarakat
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi, Rita Puspita Vickner Sinaga, menjelaskan bahwa Posyandu saat ini telah mengalami perubahan paradigma yang signifikan.
Jika sebelumnya Posyandu lebih dikenal sebagai sarana pelayanan kesehatan ibu dan anak, kini lembaga tersebut memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan dasar masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Transformasi tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 Tahun 2024 yang menempatkan Posyandu sebagai mitra pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pelayanan publik.
Enam bidang pelayanan yang menjadi fokus Posyandu meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan bidang sosial.
“Posyandu menjadi garda terdepan dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan dasar yang merata, cepat, dan berkualitas,” ujar Rita dalam sambutannya.
Menurutnya, penguatan Posyandu memiliki keterkaitan erat dengan visi pembangunan Kabupaten Dairi periode 2025–2030, yakni mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing melalui pemerataan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Peran Strategis dalam Peningkatan Kualitas SDM
Rita menilai Posyandu memiliki kontribusi besar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
Peran tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan derajat kesehatan, pencegahan dan penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, hingga penguatan kualitas keluarga.
Selain itu, Posyandu juga berperan dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai bagian dari pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap Tim Pembina Posyandu Kabupaten Dairi yang baru dikukuhkan mampu menjalankan fungsi koordinasi lintas sektor secara efektif.
“Kami berharap Tim Pembina Posyandu dapat memperkuat sinergi antara perangkat daerah, kecamatan, desa, PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta seluruh elemen masyarakat agar pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Bupati: Posyandu Harus Menjadi Pusat Pelayanan Terpadu
Sementara itu, Bupati Dairi Vickner Sinaga menegaskan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan semata.
Menurutnya, Posyandu harus berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan dasar masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Posyandu sekarang menjadi pusat layanan masyarakat melalui enam bidang Standar Pelayanan Minimal. Ini merupakan langkah besar untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” ujar Vickner.
Ia menjelaskan bahwa keenam bidang pelayanan tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan kawasan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan yang baru dilantik.
Ia meminta agar seluruh tim mampu mengoordinasikan pelaksanaan enam bidang pelayanan tersebut di wilayah masing-masing, sekaligus mendorong kader Posyandu agar lebih aktif, kreatif, dan inovatif dalam menjalankan tugasnya.
“Saya berharap Posyandu benar-benar menjadi pusat pelayanan masyarakat yang mudah diakses, responsif, dan berkualitas. Keberhasilan implementasi enam Standar Pelayanan Minimal ini sangat bergantung pada komitmen, kolaborasi, dan kerja sama seluruh pihak,” tegasnya.
Ujung Tombak Pelayanan di Tingkat Desa
Transformasi Posyandu yang tengah berlangsung menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pelayanan publik dari tingkat paling bawah.
Melalui penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta sinergi lintas sektor, Posyandu diharapkan mampu menjadi ujung tombak pelayanan dasar yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Dengan peran yang semakin luas, Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat yang mendukung pembangunan sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, dan peningkatan kualitas hidup warga secara berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Dairi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.(RS)












