WaroengBerita.com – Dairi | Semangat gotong royong yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Dairi terus diperkuat melalui aksi nyata di lapangan. Selama dua hari berturut-turut, Senin hingga Selasa (22–23 Juni 2026), masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan melaksanakan kegiatan Gotong Royong/Jatagena di Desa Sileuh-leuh Parsaoran, Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Dairi, Vickner Sinaga, yang mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan berbasis partisipasi masyarakat.
Selain bertujuan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun, kegiatan itu juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi infrastruktur desa.
Dalam pelaksanaannya, warga bergotong royong bersama Kepala Desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta jajaran Kecamatan Sumbul yang dipimpin langsung Camat Sumbul, Rinto Hutauruk.
Berbagai pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari penimbunan jalan berlubang menggunakan material sirtu, pembersihan drainase, pembuatan parit, hingga pembersihan bahu jalan yang berada di ruas jalan provinsi, kabupaten, maupun jalan desa.
Fokus pada Infrastruktur dan Pencegahan Banjir
Kegiatan gotong royong tidak hanya difokuskan pada aspek kebersihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
Pada hari kedua pelaksanaan, pekerjaan ditingkatkan dengan pembuatan parit sepanjang sekitar satu kilometer dan pembersihan bahu jalan sepanjang dua kilometer.
Pembuatan saluran air tersebut dinilai penting untuk mengurangi potensi genangan dan kerusakan jalan akibat aliran air yang tidak tertata dengan baik, terutama saat musim hujan.
Sementara itu, pembersihan bahu jalan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan yang melintas di wilayah tersebut.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Dairi melalui penyediaan alat berat berupa grader dan backhoe loader yang membantu mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
Dengan dukungan alat berat, pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama dapat diselesaikan secara lebih efektif dan efisien.
Budaya Gotong Royong Terus Dihidupkan
Camat Sumbul, Rinto Hutauruk, mengatakan kegiatan gotong royong yang berlangsung selama beberapa hari terakhir mendapat respons positif dan partisipasi aktif dari masyarakat.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan di satu desa, melainkan merupakan rangkaian program yang dilaksanakan secara bergilir di sejumlah desa di Kecamatan Sumbul.
“Gotong royong dimulai Rabu dan Kamis minggu lalu di Desa Barusan Nauli, kemudian dilanjutkan Jumat dan Sabtu di Desa Sileuh-leuh Parsaoran, serta kembali dilaksanakan pada Senin dan Selasa. Hari ini, Rabu (24/6), kegiatan dilanjutkan di Desa Pangguruan dan akan berlangsung hingga Sabtu, 27 Juni 2026,” ujar Rinto.
Pola pelaksanaan yang berkelanjutan tersebut diharapkan mampu menjangkau lebih banyak wilayah sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum dan lingkungan sekitar.
Menjadi Modal Sosial Pembangunan
Di tengah berbagai tantangan pembangunan pedesaan, gotong royong masih menjadi salah satu modal sosial yang dinilai efektif untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat masyarakat.
Melalui kebersamaan dan partisipasi aktif warga, berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan maupun infrastruktur dapat diselesaikan dengan biaya yang relatif lebih efisien sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Pemerintah Kabupaten Dairi berharap kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi dapat terus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
Selain memberikan manfaat langsung terhadap kondisi lingkungan dan infrastruktur, gotong royong juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang ada di desa.
Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Dairi diharapkan terus tumbuh dan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(RS)












