WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Memasuki hari keempat pencarian, korban tenggelam di Sungai Bilah, Habib Zuhri Sagala (25), warga Lingkungan Pekan Lama, Kelurahan Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, masih belum ditemukan. Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), personel Polres Labuhanbatu, serta puluhan relawan dan warga setempat terus melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.
Sejak pagi hingga sore hari, Kamis (25/6/2026), proses pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terbawa arus. Beberapa perahu bermotor dikerahkan untuk menjangkau area sungai yang sulit diakses dari daratan.
Selain menggunakan perahu, warga juga menerapkan metode pencarian tradisional dengan menciptakan gelombang dan riak air di permukaan sungai. Cara tersebut diyakini sebagian masyarakat dapat membantu memunculkan jasad korban ke permukaan. Di sejumlah titik, relawan bahkan turun langsung ke sungai untuk berenang dan menyelam guna memeriksa lokasi-lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat korban tersangkut.
Proses pencarian dipimpin oleh Kepala Kelurahan Rantauprapat, Z. Nasution. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dilaporkan tenggelam pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan belakang rumah keluarganya yang berada di tepi Sungai Bilah.
Menurut keterangan warga, korban sempat terlihat terbawa arus sejauh kurang lebih 100 meter dari lokasi awal. Dalam kondisi berjuang melawan derasnya arus sungai, korban dikabarkan sempat meminta pertolongan kepada seorang warga yang sedang memancing di sekitar lokasi kejadian.
Namun nahas, sebelum bantuan dapat diberikan, korban kembali tenggelam dan tidak terlihat lagi di permukaan air. Sejak saat itu, upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat.
“Ada warga yang sempat melihat korban dan mendengar permintaan tolongnya. Namun karena arus cukup kuat, korban tidak berhasil diselamatkan,” ujar Z. Nasution saat memantau proses pencarian.
Peristiwa tersebut menyita perhatian masyarakat Kota Rantauprapat. Setiap hari, puluhan warga tampak mendatangi lokasi untuk menyaksikan proses pencarian sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga korban dan tim yang bertugas di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap korban dapat segera ditemukan sehingga keluarga memperoleh kepastian dan proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya.(AS)












