Bupati Taput Tekankan Pendidikan Karakter di Era Kecerdasan Buatan

Pembinaan kepala sekolah SD difokuskan pada penguatan integritas, literasi, numerasi, serta pemanfaatan teknologi untuk mencetak generasi unggul dan berdaya saing

Keterangan : Foto bersama.(Dok/Ist)

WaroengBerita.com – Taput | Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa pendidikan karakter harus tetap menjadi fondasi utama di tengah pesatnya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi dan Pendampingan Program Prioritas Pendidikan Jenjang Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Tapanuli Utara di SMA HKBP 2 Tarutung, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Satya Dharma Nababan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara Freddy Advent Panjaitan, serta 135 kepala sekolah SD negeri dan swasta dari seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah yang selama ini menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan di daerah. Ia menegaskan bahwa kebijakan penempatan kepala sekolah dilakukan secara objektif berdasarkan kebutuhan organisasi dan kepentingan peningkatan kualitas pendidikan, tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menurut Bupati, kemajuan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai dasar pendidikan. Meskipun kecerdasan buatan mampu membantu proses pembelajaran, pembentukan karakter, integritas, empati, dan nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi tanggung jawab utama dunia pendidikan.

“Teknologi akan terus berkembang, tetapi hati, perasaan, moral, dan karakter tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin. Pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu membentuk manusia berintegritas, berakhlak, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pendidik meneladani sistem pendidikan yang diterapkan sejumlah sekolah Katolik yang dinilai berhasil menggabungkan kedisiplinan, pembentukan karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat lahirnya generasi yang tangguh, disiplin, memiliki semangat juang tinggi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain penguatan karakter, Bupati mendorong sekolah untuk melibatkan peserta didik dalam Program SAITAPAIAS sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam penanganan sampah plastik sejak usia dini. Ia menilai pendidikan lingkungan perlu ditanamkan bersamaan dengan pembelajaran akademik agar lahir generasi yang bertanggung jawab terhadap kelestarian alam.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan kemampuan numerasi dan literasi melalui implementasi Program TAPAMAJUMA (Taput Maretong, Manjaha, Martorsa). Program tersebut mendorong siswa membiasakan diri berhitung, membaca, dan menceritakan kembali materi yang dipelajari sehingga kemampuan berpikir logis, komunikasi, serta pemahaman konsep dapat berkembang secara lebih optimal.

Menurutnya, metode pembelajaran tidak cukup hanya berorientasi pada hafalan, tetapi harus mampu menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu menjelaskan kembali informasi yang diperoleh secara runtut dan mendalam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Utara, Freddy Advent Panjaitan, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi diikuti 135 kepala sekolah SD negeri dan swasta. Program pendampingan tersebut membahas lima agenda prioritas, yakni Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), pengembangan kompetensi kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta optimalisasi Paparan Interaktif Digital (PID) dan pembaruan sarana prasarana pendidikan.

Melalui pelaksanaan program prioritas tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap kualitas pendidikan dasar terus meningkat, sekaligus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kesiapan menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.(Brt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *