Pelalawan Catat IPH Terendah Kedua se-Riau pada Minggu Ketiga Oktober

Pemkab Pelalawan Perkuat Pengendalian Inflasi dan Daya Saing Daerah melalui Kolaborasi Lintas OPD.

Keterangan : Foto bersama.(Ist)

WaroengBerita.com – Pelalawan | Pemerintah Kabupaten Pelalawan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar melalui Zoom Meeting dari Ruang Rapat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pelalawan, Senin.

Rakor tersebut membahas perkembangan Indeks Perubahan Harga (IPH) sekaligus kondisi daya saing daerah di seluruh kabupaten/kota se-Indonesia.

Berdasarkan rilis IPH minggu ketiga Oktober, Kabupaten Pelalawan mencatat capaian yang cukup baik. IPH Pelalawan berada di posisi kedua terendah se-Provinsi Riau dan tercatat berada di bawah IPH Provinsi Riau.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kondisi perubahan harga yang relatif terkendali di Kabupaten Pelalawan. Pemerintah daerah juga terus memantau sejumlah komoditas yang berkontribusi terhadap perubahan harga.

Bupati Pelalawan H. Zukri, S.M., M.M., melalui Asisten II Bidang Administrasi dan Pembangunan, Drs. H. Fakhrizal, M.Si., mengatakan IPH Kabupaten Pelalawan dipengaruhi tiga komoditas utama, yakni cabai merah, cabai rawit, dan telur ayam ras.

Menurut Fakhrizal, pengukuran indeks daya saing daerah dan IPH penting sebagai rujukan pemerintah dalam merumuskan kebijakan, memetakan keunggulan daerah, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang berkaitan dengan produktivitas dan daya saing.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat memahami posisi dan capaian daya saing daerah secara objektif, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menyusun kebijakan dan program strategis yang lebih terarah berbasis hasil pengukuran,” ujar Fakhrizal.

Ia menambahkan, Rakor Pengendalian Inflasi diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya menurunkan kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Fakhrizal juga berharap forum tersebut dapat mendorong penguatan inovasi, kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Menurutnya, pengendalian inflasi dan peningkatan daya saing merupakan bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah. Karena itu, sinergi antar-OPD diperlukan agar kebijakan yang disusun dapat merespons perkembangan harga dan kondisi ekonomi daerah secara lebih tepat.

Rakor yang berlangsung lancar tersebut diikuti Bappeda, Diskominfo, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi UKM Perindag, Inspektorat, Dinas Sosial, Dinas PUPR, serta Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan.

Melalui forum koordinasi tersebut, Pemkab Pelalawan terus mendorong pengendalian perubahan harga sekaligus memperkuat daya saing daerah sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(MMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *