Bupati Dairi Nonaktifkan Direktur Perumda Pembangunan, Instruksikan Evaluasi Total

Langkah tegas diambil untuk meredam polemik dan memperkuat kinerja perusahaan daerah.

WaroengBerita.com – Dairi | Bupati Dairi, Vickner Sinaga, secara resmi menonaktifkan sementara Direktur Administrasi Umum Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Kabupaten Dairi berinisial DSN, Kamis (12/2/2026), di Pendopo Bupati. Kebijakan ini diambil sebagai langkah tegas pemerintah daerah dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan tata kelola perusahaan milik daerah di tengah polemik yang berkembang di masyarakat.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian Junihardi Siregar, Kepala Bagian Perekonomian Lipinus Sembiring, Direktur Utama PDAM Wahlin Munthe, Direktur Utama PD Pasar Lumpin Pangaribuan, serta Direktur Utama Perumda Pembangunan Tamrin Pandiangan. Kehadiran para pimpinan BUMD ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi dan penguatan manajemen perusahaan daerah di Kabupaten Dairi.

Bupati Vickner Sinaga menegaskan bahwa penonaktifan sementara dilakukan untuk memastikan proses evaluasi berjalan objektif dan profesional. Pemerintah daerah ingin memastikan Perumda Pembangunan dikelola secara baik, transparan, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Untuk menjaga operasional perusahaan tetap berjalan, Bupati menginstruksikan Direktur Utama Perumda Pembangunan, Tamrin Pandiangan, agar mengambil alih seluruh tugas dan tanggung jawab manajemen hingga proses evaluasi selesai atau ditetapkan direksi definitif yang baru. Ia menekankan pentingnya langkah strategis dan kepemimpinan yang kuat dalam mengendalikan perusahaan di masa transisi.

Menurut Bupati, tanggung jawab direksi tidak dapat ditinggalkan karena keberlangsungan perusahaan sangat menentukan pembangunan daerah. Ia mendorong jajaran manajemen untuk bekerja keras, tulus, dan cerdas agar tujuan perusahaan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Dairi dapat tercapai secara maksimal.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pimpinan perusahaan daerah lainnya, seperti Perumda Air Minum Lae Nciho dan PD Pasar Sidikalang, agar menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi dan momentum perbaikan kinerja. Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip bisnis yang sehat, menjaga perputaran ekonomi perusahaan, serta meningkatkan kepekaan terhadap kondisi krisis.

Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan daerah untuk mencari alternatif permodalan melalui kemitraan strategis apabila anggaran terbatas, serta melakukan evaluasi kinerja secara berkala minimal setiap semester. Bupati menegaskan bahwa langkah strategis yang konkret harus segera disusun dan dilaporkan dalam waktu dekat sebagai bagian dari komitmen perbaikan tata kelola BUMD di Kabupaten Dairi.(RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *