WaroengBerita.com – Jakarta | Bupati Dairi, Vickner Sinaga, melakukan kunjungan kerja ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas insiden gangguan pencernaan yang menimpa sejumlah siswa SMK HKBP Sidikalang, Selasa malam (10/2/2026).
Dalam pertemuan dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, Bupati menyampaikan kronologis kejadian serta langkah cepat yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Dairi melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut mencakup evaluasi terhadap penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta sistem distribusi makanan.
Bupati juga melaporkan bahwa sebanyak 79 siswa penerima manfaat sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan puskesmas akibat dugaan keracunan makanan. Sebagai respons, BGN telah mengeluarkan kebijakan penghentian sementara operasional SPPG Sidikalang III untuk kepentingan investigasi oleh Dinas Kesehatan dan BPOM.
“Dalam pertemuan ini, kami mendapatkan arahan terkait standar operasional prosedur yang harus dipatuhi oleh setiap SPPG, termasuk pentingnya penguatan higienitas dan sanitasi dalam pengolahan makanan,” ujar Vickner.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Dairi juga meminta pendampingan dari BGN untuk menyusun protokol yang lebih ketat, termasuk program edukasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan serta masyarakat terkait keamanan konsumsi makanan.
Kepala BGN, lanjutnya, menyambut baik langkah tersebut dan menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan aspek utama dalam program pemenuhan gizi masyarakat. BGN berkomitmen untuk mengirimkan tim ahli guna membantu pemetaan risiko serta memperkuat sistem pengawasan pangan di daerah.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada aspek waktu pengolahan dan distribusi makanan guna menjaga kualitas serta keamanan konsumsi.
Saat ini, sampel makanan masih dalam proses uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Bupati menegaskan bahwa kejadian ini tidak akan menghambat upaya peningkatan gizi masyarakat, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan secara menyeluruh.
“Ini menjadi pelajaran penting agar ke depan pengawasan dilakukan lebih ketat dari hulu hingga hilir,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga melaporkan progres pembangunan dapur SPPG di Kabupaten Dairi. Dari total 39 unit yang direncanakan, sebanyak 24 telah beroperasi, tujuh lainnya dalam tahap persiapan peluncuran, dan delapan unit ditargetkan selesai serta beroperasi pada akhir Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Dairi menyampaikan apresiasi atas respons cepat BGN dalam menangani peristiwa ini serta dukungan yang diberikan untuk peningkatan program gizi di daerah.(RS)












