Bupati Pakpak Bharat Tanam Jagung Bersama Warga, Lahan Tidur Disulap Dukung Ketahanan Pangan

Kolaborasi Perumda Pakpak Agro Lestari dan Polres Pakpak Bharat Garap 5 Hektare Lahan di Desa Silima Kuta.

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat|Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah terus didorong di Kabupaten Pakpak Bharat. Bupati Franc Bernhard Tumanggor bersama masyarakat Desa Silima Kuta, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu, melaksanakan kegiatan penanaman jagung di lahan milik warga, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini merupakan inisiatif Perusahaan Umum Daerah Pakpak Agro Lestari (Perumda PAL) yang berkolaborasi dengan Polres Pakpak Bharat dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional hingga tingkat daerah.

Direktur Perumda PAL Mazmur Septian Rumapea menjelaskan bahwa program tersebut memanfaatkan lahan terbengkalai di desa tersebut agar dapat kembali produktif.
“Sebagai upaya mendukung program ketahanan pangan, Perumda PAL bersama Polres Pakpak Bharat menginisiasi pemanfaatan lahan tidur di desa ini untuk ditanami jagung,” ujarnya.

Mazmur menambahkan, lahan yang digarap dalam tahap awal memiliki luas sekitar lima hektare.

Pengelolaannya dilakukan melalui skema kerja sama antara Perumda PAL dan Polres Pakpak Bharat, di mana pihak kepolisian bertindak sebagai penanggung jawab operasional di lapangan.

“Lahan ini dikelola oleh Polres Pakpak Bharat dengan dukungan biaya operasional dari Perumda PAL, menggunakan sistem kerja sama bagi hasil,” jelasnya.

Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyambut baik sinergi antara perusahaan daerah, kepolisian, dan masyarakat tersebut.

Ia berharap program ini mampu memberikan hasil panen yang melimpah sekaligus menjadi contoh bagi petani di wilayah sekitar.
“Ini merupakan sinergi yang sangat baik. Mudah-mudahan dari apa yang kita tanam hari ini nantinya menghasilkan panen yang melimpah,” kata Bupati.

Ia juga berharap pemanfaatan lahan tidur seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian, mengingat masih banyak lahan potensial yang belum dimanfaatkan secara optimal di daerah tersebut.

“Harapan saya kegiatan ini dapat menjadi contoh sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin giat bertani dan memanfaatkan lahan yang ada,” ujarnya.(SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *