Bupati Taput Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Iman Anak di Penutupan JamNas HKBP 2026

Pemkab Tapanuli Utara lanjutkan insentif guru sekolah minggu dan dorong sinergi kegiatan gereja dengan pengembangan pariwisata daerah

Keterangan : Foto bersama.(Dok/Ist)

WaroengBerita.com – Taput | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan keagamaan. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., saat menghadiri Ibadah Penutupan Jambore Nasional (JamNas) Anak Sekolah Minggu HKBP Tahun 2026 di Kompleks Seminarium HKBP Sipoholon, Sabtu (27/6/2026).

Bupati hadir didampingi Bunda PAUD Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, bersama sejumlah pimpinan perangkat daerah. Kegiatan nasional yang berlangsung sejak 24 Juni 2026 itu mempertemukan sekitar 500 peserta yang terdiri atas 514 anak sekolah minggu, 60 guru sekolah minggu, dan 57 sahabat anak dari 32 Distrik HKBP di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Pulau Jawa.

Jambore Nasional mengangkat tema “Pelita: Pancarkan Iman di Tengah Keluarga” dan menjadi wadah pembinaan iman sekaligus pengembangan karakter bagi anak-anak sekolah minggu. Ibadah penutupan dipimpin Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonald Sinaga, yang mengajak peserta meneladani ajaran dalam Yohanes 8:12 dengan menjadi “pelita” yang membawa terang melalui kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara atas dukungan yang diberikan selama penyelenggaraan kegiatan. Dukungan tersebut meliputi penyediaan fasilitas tenda, pelayanan kebersihan, tenaga kesehatan, hingga berbagai kebutuhan teknis lainnya sehingga kegiatan berskala nasional itu dapat berlangsung dengan lancar.

Dalam sambutannya, Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyampaikan rasa bangga karena Tapanuli Utara dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang mempertemukan anak-anak sekolah minggu dari berbagai wilayah Indonesia. Menurutnya, pembinaan karakter sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan iman tidak hanya membentuk kemampuan spiritual, tetapi juga melatih keberanian, kedisiplinan, rasa percaya diri, kepedulian, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat penting sebagai bekal anak-anak menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan keagamaan, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan melanjutkan program pemberian insentif bagi guru sekolah minggu yang telah berjalan selama satu tahun terakhir. Program tersebut diberikan sebagai penghargaan atas dedikasi para guru dalam membina karakter dan iman anak-anak di berbagai gereja di wilayah Tapanuli Utara.

Selain itu, Bupati juga menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk memperkuat kerja sama dengan HKBP melalui pendataan agenda-agenda gerejawi berskala nasional maupun internasional. Menurutnya, kegiatan keagamaan dapat diintegrasikan dengan promosi sektor pariwisata sehingga para peserta dari luar daerah tidak hanya mengikuti kegiatan rohani, tetapi juga mengenal sejarah perkembangan Kekristenan di Tanah Batak serta potensi wisata yang dimiliki Tapanuli Utara.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata religi sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat melalui sektor jasa, transportasi, kuliner, dan usaha mikro di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati turut mengajak para guru sekolah minggu dan seluruh peserta untuk menjadi pelopor gerakan peduli lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing. Pesan tersebut sejalan dengan program pemerintah daerah dalam membangun budaya hidup bersih dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus HKBP, relawan, serta masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan Jambore Nasional Anak Sekolah Minggu HKBP 2026. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan selama kegiatan berlangsung, seraya menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah berupaya memberikan dukungan terbaik demi kenyamanan seluruh peserta yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.(Brt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *