Ditetapkan Jadi Tersangka, Edy Muliyadi Terancam 10 Tahun Penjara

Admin

Selasa, 1 Feb 2022 11:21 WIB
Array

waroengberita.com – Ditetapkan Jadi Tersangka, Edy Muliyadi Terancam 10 Tahun Penjara.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi melakukan penahanan terhadap Edy Muliyadi terkait kasus dugaan penghinaan Ibu Kota Negara (IKN) Baru, Pada Senin (31/1/2022).

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan  penetapan tersangka itu berdasarkan sejumlah alat bukti dan pemeriksaan saksi sebanyak 55 orang. Termasuk saksi ahli bahasa, ahli pidana, ahli IT, ahli analisis media sosial, ahli antropologi, hingga ahli hukum.

Ramadhan mengatakan harus dilakukan penahanan terhadap Edy Muliyadi.

“Penahanan dilakukan dengan alasan objektif dan subjektif, alasan objektifnya antara lain yaitu, untuk mencegah tersangka melarikan diri, untuk mencegah tersangka menghilangkan barang bukti, kemudian alasan subjektifnya yaitu, tersangka dituntut diatas 5 tahun penjara.

Sebelumnya, Edy Mulyadi menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah pihak yang tersinggung atas ucapannya soal pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Hal tersebut disampaikannya sebelum menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Senin (31/1/2022).

“Saya kembali minta maaf sedalam-dalamnya, sebesar-besarnya. Sekali lagi minta maaf kepada sultan-sultan. Sultan Kutai, Sultan Paser, Sultan Banjar, Sultan Pontianak, Sultan Melayu atau apa sebagainya. Termasuk suku-sukunya, Suku Paser, Suku Kutai segala macam. Termasuk Suku Dayak tadi, semuanya saya minta maaf,” kata Edy di Jakarta.

Edy berpandangan, para tokoh adat dan suku di Kalimantan bukanlah musuh. Menurutnya, musuh bangsa adalah para oligarki.

Edi mengatakan, apa yang disampaikan adalah bentuk untuk menolak IKN yang dinilai tak tepat waktu. Menurutnya, lebih baik anggaran pembangunan IKN digunakan untuk mensejahterakan rakyat dan pembangunan ekonomi nasional. (WB053)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Chat WhatsApp