Mejan, Karya Seni Warisan ‘Kearifan Lokal’ Pakpak

Admin

Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB
Array

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Bongkahan batu besar dengan struktur cukup keras dipahat membentuk menyerupai raga manusia beserta tunggangan hewan, yakni gajah atau harimau.

Skenario pembuatan patung tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun lamanya. Setelah selesai, ditempatkan di lokasi, sesuai dengan kesepakatan bersama seisi kampung.

Karya seni patung yang terbuat dari batu berbentuk manusia dan hewan tunggangannya, di ranah Tanah Simsim disebut dengan mejan. Sebuah artefak bukti peninggalan ‘kearifan lokal’, sebagai fakta adanya peradaban nenek moyang Pakpak terdahulu.

Seni dan tata cara pembuatan mejan, sebagaimana narasi di atas dipertontonkan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Salak dalam teatrikal pentas seni dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Drama teatrikal yang mengusung tema ‘Mejan dan Keunikannya’ itu mengetengahkan dan membuka wawasan, bagaimana mejan itu dibuat dengan tujuan tertentu dan mitos yang menyertainya.

Menurut Kepsek SMP Negeri 1 Salak, Kabupaten Pakpak Bharat, Tumpak Banurea STh, kegiatan P5 diprakarsai karena budaya dan kearifan lokal adalah merupakan sebuah kekayaan yang dimiliki bangsa ini.

Kearifan lokal adalah cerminan nilai tradisi dan pengetahuan yang diwariskan oleh para leluhur dan harus dipahami para generasi kini dan masa mendatang. Tumpak berharap, melalui anjangsana ini para peserta didik dapat mengembangkan potensi mereka untuk menjadi generasi yang berkarakter dan berkontribusi dalam pelestarian kearifan lokal.

“Kegiatan ini juga untuk menyahuti salah satu program Kurikurum Meredeka yang bertujuan untuk mengembangkan Profil Pelajar Pancasila yang mencakup nilai-nilai gotong royong, kreatifitas, kemandirian, kebhinekaan global dan karakter pribadi yang kuat,” jelas Tumpak.

Selain drama treatikal, pentas seni yang digelar itu juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, tari, lagu daerah dan masakan khas daerah. (Giahta Solin)

Berita Terkait

Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB / Dibaca 1 kali
Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB / Dibaca 1 kali
Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB / Dibaca 1 kali
Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB / Dibaca 1 kali
Minggu, 23 Jun 2024 10:33 WIB / Dibaca 1 kali

Komentar

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Chat WhatsApp