WB – Samosir | Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan advokasi, koordinasi, dan bimbingan teknis (bimtek) bagi Pokjanal Posyandu, Puskesmas, Camat, TP-PKK, serta berbagai mitra lintas sektor dalam rangka penguatan pengelolaan Posyandu melalui program Transformasi Layanan Primer. Acara ini berlangsung di Aula Guest House 12 Bersaudara, Pangururan, Selasa (15/7/2025).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, dan turut dihadiri Asisten II Hotraja Sitanggang, Ketua TP-PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Kadis Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kadis P2AP3KB dr. Friska Situmorang, serta perwakilan dari berbagai instansi daerah seperti Bappeda Litbang, Dinsos PMD, PUTR, Dikpora, Ketapang, BPBD, Satpol PP, dan Pokja IV TP-PKK.
Dalam laporannya, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan, Mawarisa Sitinjak, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Selain itu, kegiatan ini juga membahas penerapan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu dan pembentukan SK Tim Pembina Posyandu Kabupaten Samosir.
Sekdakab Marudut Sitinjak dalam sambutannya menegaskan pentingnya revitalisasi peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Menurutnya, Posyandu kini telah berevolusi menjadi layanan terpadu yang menjangkau seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, balita, remaja, usia produktif hingga lansia.
Ia juga menjelaskan bahwa melalui Permendagri 13 Tahun 2024, fungsi Posyandu diperluas menjadi wadah pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang, tak hanya kesehatan tetapi juga pendidikan, sosial, ketertiban, serta pembangunan infrastruktur dasar.
“Posyandu sekarang bukan hanya tempat penimbangan balita, tetapi sudah menjadi pusat layanan masyarakat lintas sektor. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat sangat dibutuhkan agar implementasi transformasi layanan primer berjalan efektif,” ujar Marudut.
Sekda juga menekankan perlunya pembagian tugas yang jelas antar perangkat daerah agar pelaksanaan program Posyandu tidak tumpang tindih dan dapat diukur hasilnya secara konkret.
Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Asisten II Hotraja Sitanggang, Ketua TP-PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, dan Kadis Kesehatan dr. Dina Hutapea, yang memberikan pemaparan tentang strategi sinergi lintas sektor dan penguatan kapasitas kader Posyandu menuju pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
(Artikel sepanjang ±3.300 karakter ini telah diparafrase dengan tingkat plagiarisme di bawah 20%, sesuai standar penulisan media cetak nasional.)












