WaroengBerita.com – Tebing Tinggi| Pemerintah Kota Tebing Tinggi (Pemkot Tebing Tinggi) menargetkan kembali menjadi daerah percontohan program Keluarga Berencana pria melalui pelaksanaan Pelayanan Metode Operasi Pria (MOP) Tahun 2026 yang digelar di Aula RSUD dr. H. Kumpulan Pane, Rabu (6/5/2026).
Wali Kota Tebing Tinggi, H. Iman Irdian Saragih, menegaskan program Keluarga Berencana tidak hanya berfungsi menekan angka kelahiran, tetapi juga berperan penting membangun kualitas dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota mengingat kembali capaian Kota Tebing Tinggi yang pernah menjadi ikon pelaksanaan MOP pada tahun 2006. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk kembali mengukir prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Ia juga menyinggung penghargaan yang diraih Kota Tebing Tinggi sebagai Kelompok KB Pria Terbaik III tingkat Sumatera Utara pada tahun 2025. Prestasi itu dinilai menjadi bukti bahwa partisipasi pria dalam program KB terus mengalami peningkatan.
Wali Kota memberikan apresiasi kepada para akseptor yang bersedia mengikuti program secara sukarela. Ia berharap para peserta dapat menjadi contoh sekaligus motivator bagi masyarakat lain agar tidak ragu ikut berpartisipasi dalam program keluarga berencana pria.
Selain itu, pihak RSUD dr. H. Kumpulan Pane diminta memberikan pelayanan kesehatan terbaik demi menjamin kenyamanan dan keamanan para peserta selama proses pelayanan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dedi Parulian Siagian, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 serta program kerja Dinas PPKB Tahun 2026.
Menurutnya, kegiatan itu juga menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia ke-75. Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan partisipasi pria dalam ber-KB melalui pelayanan gratis dan berkualitas bagi pasangan usia subur.
Dalam pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 40 peserta mengikuti program MOP, sedangkan 25 peserta lainnya mengikuti Metode Operasi Wanita (MOW). Pelaksanaan layanan MOW dijadwalkan berlangsung sehari setelah pembukaan kegiatan.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis kepada para akseptor dan sesi foto bersama yang dihadiri sejumlah pejabat daerah, tenaga kesehatan, serta unsur organisasi profesi kebidanan di Kota Tebing Tinggi.(RM)












