Polres Pakpak Bharat Tinjau Perkembangan Jagung di Lahan Tumpang Sari untuk Dukung Ketahanan Pangan

Keterangan : Personel Polres Pakpak Bharat bersama petani setempat melakukan peninjauan pertumbuhan jagung di lahan tumpang sari di salah satu wilayah pertanian di Kabupaten Pakpak Bharat, Jumat (7/2/2025). (Foto: Istimewa)

WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Polres Pakpak Bharat terus berkomitmen dalam mendukung program Ketahanan Pangan dengan melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan bibit jagung yang ditanam melalui metode tumpang sari. Kegiatan ini berlangsung di beberapa kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat pada Jumat (7/2/2025) pukul 10.00-11.00 WIB.

Kapolres Apresiasi Pertumbuhan Jagung yang Subur

Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Oloan Siahaan, S.I.K., M.H., melalui Kabag SDM Polres Pakpak Bharat, Kompol Andi Gustawi, S.H., yang disampaikan oleh Ps. Kasi Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo, menyatakan bahwa pihaknya melakukan peninjauan langsung ke lahan milik para petani yang telah menerapkan sistem tumpang sari.

Lokasi yang dikunjungi meliputi:
✅ Ladang karet milik Bapak Muslimin Limbong
✅ Lahan pertanian di Desa Ulu Merah, milik Ketua Kelompok Tani Mekar, Bapak Lukman Berutu
✅ Ladang milik Bapak Siharman Padang di Desa Kuta Meriah, Kecamatan STU Julu

Dari hasil pemantauan, bibit jagung yang ditanam pada Rabu, 23 Januari 2025, tampak tumbuh dengan baik dan subur. Hal ini menunjukkan bahwa metode tumpang sari yang diterapkan cukup efektif dalam meningkatkan hasil pertanian dan mendukung ketahanan pangan di wilayah Pakpak Bharat.

Keluhan Petani: Kekurangan Pupuk dan Racun Rumput

Dalam kesempatan tersebut, para petani menyampaikan aspirasi mereka kepada personel kepolisian yang bertugas dalam program “1 Desa 1 Polisi”, yakni Bripda Yorgi Nainggolan, Bripda Ivan Manik, dan Bripda Adil Sidabutar.

Mereka mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan jagung cukup baik, tersediaan pupuk masih kurang, sehingga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah. Selain itu, racun rumput juga dibutuhkan agar pertumbuhan jagung tidak terganggu oleh gulma yang dapat menghambat hasil panen.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat menyampaikan aspirasi kami kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat agar ketersediaan pupuk dan racun rumput segera ditangani, sehingga hasil panen bisa maksimal,” ujar salah satu petani.

Polres Pakpak Bharat Akan Terus Berkoordinasi dengan Dinas Pertanian

Menanggapi keluhan para petani, Ps. Kasi Humas Polres Pakpak Bharat, Aiptu Widodo, memastikan bahwa masukan tersebut akan segera disampaikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat.

“Kami akan segera menyampaikan aspirasi para petani kepada Dinas Pertanian agar ketersediaan pupuk dan racun rumput segera didistribusikan. Hal ini penting untuk memastikan tanaman jagung dapat tumbuh dengan optimal dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Pakpak Bharat,” ujar Aiptu Widodo. (SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *