70 Keluarga Terdampak Bencana Terima Kunci Hunian Tetap di Taput

Pemkab Tapanuli Utara dan Yayasan Buddha Tzu Chi percepat pemulihan pascabencana melalui penyediaan rumah layak huni lengkap dengan fasilitas dan perabotan

Keterangan : Foto bersama.(Dok/Ist)

WaroengBerita.com – Taput | Upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan kemajuan. Sebanyak 70 kepala keluarga resmi menerima kunci Hunian Tetap (Huntap) beserta paket perabotan rumah tangga dalam seremoni serah terima yang digelar di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Senin (8/6/2026).

Penyerahan dilakukan oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara (Wabup Taput), Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, Mujianto. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Bagian Pembangunan, Camat Adian Koting, Kepala Desa Dolok Nauli, jajaran pengurus Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara, serta para keluarga penerima manfaat.

Dalam laporannya, Mujianto menjelaskan bahwa penyerahan kali ini merupakan tahap awal dari pembangunan 103 unit hunian tetap yang diperuntukkan bagi warga terdampak bencana. Sebanyak 70 unit telah siap ditempati, sementara sisanya akan diselesaikan pada tahap berikutnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan fisik seluruh unit Huntap didanai melalui sumbangan keluarga besar Maruarar Sirait. Sementara Yayasan Buddha Tzu Chi Sumatra Utara berperan sebagai pelaksana teknis sekaligus pengawas pembangunan sejak tahap perencanaan hingga penyelesaian proyek.

Selain menerima rumah baru, setiap keluarga juga memperoleh bantuan perlengkapan rumah tangga berupa satu set sofa ruang tamu dan satu set meja makan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memulai kehidupan baru dengan lebih nyaman setelah terdampak bencana.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Deni Parlindungan Lumbantoruan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mewujudkan kawasan hunian tersebut. Menurutnya, kehadiran Huntap menjadi bagian penting dari proses pemulihan sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal yang aman dan layak bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan terus melengkapi kawasan Huntap melalui pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) menggunakan anggaran daerah. Infrastruktur yang tengah dipersiapkan meliputi pembangunan jalan lingkungan, penataan dan pengamanan kontur lahan, penyediaan jaringan listrik, hingga sistem distribusi air bersih agar kawasan tersebut berkembang menjadi permukiman yang nyaman dan berkelanjutan.

Wakil Bupati juga menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi dan para donatur atas kepedulian mereka dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia sosial, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program rehabilitasi dan rekonstruksi.

Di akhir acara, Wabup mengajak seluruh penghuni Huntap membangun kehidupan sosial yang harmonis dengan mengedepankan semangat gotong royong. Ia meminta warga menjaga kebersihan, keamanan, serta mempererat hubungan antartetangga sebagai satu komunitas baru.

Wakil Bupati juga menginstruksikan Camat Adian Koting dan Kepala Desa Dolok Nauli untuk segera membentuk struktur kepemimpinan lingkungan atau ketua blok di kawasan Huntap. Langkah tersebut dinilai penting guna memperkuat koordinasi dalam menjaga ketertiban, kebersihan, dan tata kelola lingkungan sehingga kawasan Hunian Tetap Dolok Nauli dapat berkembang menjadi permukiman yang tertata dan menjadi percontohan bagi wilayah lain di Tapanuli Utara.(Brt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *