WaroengBerita.com – Pakpak Bharat | Dinas Sosial Kabupaten Pakpak Bharat secara resmi membuka Pelatihan Berbasis Unit Kompetensi untuk jurusan bakery dan menjahit. Acara pembukaan berlangsung di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) di Resdes, Kecamatan Siempat Rube, dengan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Supardi Padang, SP, MM.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari seleksi administrasi dan wawancara yang telah dilaksanakan pada 30 dan 31 Januari 2025, sebagai bagian dari program peningkatan keterampilan masyarakat Pakpak Bharat. Program ini dirancang untuk membantu peserta mengembangkan kompetensi dan keahlian di bidang yang mereka minati, sekaligus meningkatkan produktivitas di tengah masyarakat.
Meningkatkan Keterampilan dan Menyiapkan Wirausaha Baru
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Supardi Padang, SP, MM menekankan bahwa pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk memenuhi serta meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya dalam bidang bakery dan menjahit.
“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja maupun untuk memulai usaha sendiri. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap semakin banyak tenaga kerja kompeten yang siap bersaing di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” ujar Supardi.
Selain membekali peserta dengan keahlian teknis, pelatihan ini juga bertujuan membangun mental wirausaha, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada lapangan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri.
Peserta Didorong untuk Serius Mengikuti Pelatihan
Pelatihan akan berlangsung selama 20 hari, dimulai pada Rabu, 5 Februari 2025, dengan total dua kelas pelatihan:
✅ Jurusan Bakery – 16 peserta
✅ Jurusan Menjahit – 16 peserta
Dalam arahannya, Kepala Dinas Sosial mengimbau seluruh peserta untuk benar-benar serius dalam mengikuti pelatihan hingga selesai. Ia juga menegaskan bahwa instruktur yang dihadirkan berasal dari Medan, sehingga peserta diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal.
“Gunakan waktu pelatihan ini sebaik mungkin. Ilmu yang diberikan oleh para instruktur bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi juga sebagai modal awal dalam membangun usaha baru,” tambahnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat Pakpak Bharat memiliki keterampilan yang lebih baik, baik untuk memenuhi kebutuhan industri maupun sebagai modal dalam menciptakan usaha mandiri. (SB)












