WaroengBerita.com – Medan | Komitmen Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja rentan kembali ditegaskan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut. Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor bersama Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, I Nyoman Suarjaya resmi menandatangani nota kesepahaman terkait Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Selasa (9/7/2025) bertempat di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Medan.
Dalam sambutannya, Bupati Franc menyampaikan bahwa Pemkab Pakpak Bharat berkomitmen penuh dalam mendorong penyelenggaraan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara menyeluruh, khususnya bagi masyarakat pekerja rentan di daerahnya. Ia menilai, hal ini merupakan langkah nyata untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera, aman, dan terlindungi dari risiko kerja.
“Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan dukungan terhadap program ini. Perlindungan jaminan sosial bagi para pekerja, terutama yang tergolong rentan, akan memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat secara luas,” ujar Franc.
Lebih lanjut, Franc menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan komunitas pekerja mandiri seperti petani, pedagang, tukang bangunan, buruh tani, hingga petugas keagamaan. Menurutnya, keberhasilan implementasi program ini sangat bergantung pada sinergi lintas sektor dalam menjangkau dan memberikan manfaat perlindungan sosial kepada seluruh lapisan pekerja.
Dalam kesempatan yang sama, turut ditandatangani pula Perjanjian Kerja Sama antara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pakpak Bharat, Supardi Padang, SP, MM, dengan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Medan Kota, Jefri Iswanto. Kerja sama ini mempertegas langkah strategis kedua belah pihak dalam menjamin perlindungan sosial bagi para pekerja rentan yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat.
Langkah ini diharapkan menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain dalam memperluas cakupan peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama dari sektor informal dan mandiri yang selama ini sulit dijangkau.(SB)












