Thaksin Tinggalkan Thailand Menjelang Putusan Krusial

Eks PM Terbang ke Luar Negeri, Pheu Thai Hadapi Krisis Politik

WaroengBerita.com – Bangkok |Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, kembali menjadi sorotan publik setelah terbang meninggalkan Negeri Gajah Putih pada Kamis (4/9/2025) malam. Kepolisian Thailand mengonfirmasi keberangkatan miliarder berusia 76 tahun itu, hanya beberapa hari sebelum Mahkamah Agung mengeluarkan putusan yang berpotensi menyeretnya kembali ke balik jeruji.

Thaksin, yang sebelumnya menghabiskan 15 tahun hidup di pengasingan, lepas landas dari Bandara Don Mueang Bangkok pukul 19.17 waktu setempat menggunakan jet pribadi dengan nomor penerbangan T7GTS. Data pelacakan menunjukkan pesawat sempat mengarah ke Singapura, melintasi Malaysia, dan berputar di atas Laut Andaman sebelum bergerak lebih jauh ke barat. Polisi menegaskan, tidak ada larangan hukum yang menghalangi Thaksin untuk meninggalkan Thailand.

Meski demikian, keberangkatan mendadak ini memicu spekulasi di tengah kondisi politik yang kian panas. Partai Pheu Thai—partai yang ia dirikan—tengah bergulat dengan krisis internal setelah Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra, putri Thaksin, diberhentikan oleh pengadilan pekan lalu.

Pengacara Thaksin, Winyat Chatmontree, mengaku tidak mengetahui kliennya bepergian ke luar negeri, meski sebelumnya Thaksin menegaskan akan menghadiri sidang pekan depan. Sementara itu, juru bicara Pheu Thai menolak memberikan komentar terkait pergerakan sang pendiri partai.

Masa Lalu dan Bayang-Bayang Hukum
Karier politik Thaksin tidak pernah lepas dari kontroversi. Sejak digulingkan kudeta pada 2006, ia sempat tinggal di London dan Dubai untuk menghindari hukuman penjara terkait penyalahgunaan kekuasaan serta konflik kepentingan. Ketika pulang pada 2023, ia langsung menghadapi vonis delapan tahun, namun hukuman itu dipotong menjadi satu tahun berkat pengampunan kerajaan.

Sebagian besar masa hukumannya dihabiskan di ruang VIP sebuah rumah sakit dengan alasan kesehatan, sebelum akhirnya bebas bersyarat pada Februari 2024. Kini, Mahkamah Agung akan menentukan apakah waktu yang ia habiskan di rumah sakit tersebut dianggap sah sebagai masa tahanan ataukah ia harus kembali mendekam di penjara.

Pheu Thai di Persimpangan Jalan
Situasi semakin rumit bagi Pheu Thai yang selama dua dekade terakhir menjadi salah satu kekuatan dominan politik Thailand. Setelah kehilangan Paetongtarn, partai ini kini harus menghadapi perebutan kursi perdana menteri yang dijadwalkan berlangsung Jumat.

Pheu Thai telah mengusung Chaikasem Nitisiri, seorang politikus kawakan sekaligus mantan menteri, untuk berhadapan dengan Anutin Charnvirakul dari Partai Bhumjaithai. Pertarungan ini diprediksi akan menjadi penentu arah politik Thailand ke depan di tengah bayang-bayang Thaksin yang belum usai.(CNA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *