WaroengBerita.com – Singapura | Gelombang aksi protes yang merebak di tanah air turut menggema di luar negeri. Warga negara Indonesia (WNI) di berbagai belahan dunia menggelar aksi solidaritas dengan menyerahkan dokumen berisi 17+8 Tuntutan Rakyat kepada perwakilan pemerintah Indonesia di masing-masing negara.
Aksi damai ini berlangsung sepanjang pekan pertama September di sejumlah kota besar dunia. Tuntutan yang disuarakan para diaspora serupa dengan aspirasi yang digaungkan kelompok sipil dalam negeri.
Di Sydney, Australia, sekitar 250 warga yang tergabung dalam Gerakan untuk Sydney Bersuara (GUSAR) berkumpul di Victoria Park pada Sabtu (6/9/2025). Menurut laporan Detik, massa menggelar orasi, mengibarkan bendera Merah Putih, dan memegang berbagai poster tuntutan. Sejumlah dokumentasi aksi juga dibagikan oleh mahasiswa Indonesia, Bima Yudho, melalui akun Instagram miliknya.
Pada hari yang sama, puluhan WNI di Prancis yang tergabung dalam kelompok Prancis Bergerak melakukan aksi di Place Possoz, tak jauh dari KBRI Paris. CNN Indonesia melaporkan, para peserta menyerahkan tuntutan serupa kepada perwakilan pemerintah Indonesia di sana.
Sehari sebelumnya, Jumat (5/9/2025), warga Indonesia di Inggris melakukan unjuk rasa di Russell Square, London. Aksi ini diprakarsai oleh kelompok London Bergerak.
Jumlah massa yang lebih besar terlihat di Den Haag, Belanda, pada Kamis (4/9/2025). Hampir 400 orang dari Gerak Solidaritas Belanda berpartisipasi dalam aksi di depan KBRI Den Haag.
Di Singapura, sebanyak 213 diaspora Indonesia yang tergabung dalam Gerakan Akar Rumput Indonesia di Singapura (GARIS Djoeang) menandatangani surat tuntutan. Dokumen itu kemudian diserahkan langsung kepada Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo (Tommy), pada Jumat (5/9/2025).
Rangkaian aksi ini menunjukkan bahwa gaung aspirasi masyarakat Indonesia tidak hanya berhenti di dalam negeri, tetapi juga mendapat dukungan luas dari diaspora di berbagai negara.(Barto)






