WaroengBerita.com – Beijing | Presiden China Xi Jinping kembali menegaskan ambisinya dalam membentuk arsitektur dunia baru yang lebih setara di tengah meningkatnya rivalitas antar kekuatan besar. Melalui Global Governance Initiative (GGI), Xi mengajak negara-negara untuk bersatu menciptakan tata kelola global yang adil dan inklusif.
Visi itu disampaikan Xi saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tianjin pekan lalu. Ia menilai gejolak geopolitik saat ini menyerupai kekacauan pasca-Perang Dunia II yang melahirkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“China ingin menata ulang sistem internasional dengan membangun tatanan multilateral di mana Amerika Serikat bukan lagi satu-satunya pusat kekuatan, melainkan salah satu dari banyak poros pengaruh dunia,” ujar Zachary Abuza, pakar geopolitik Asia.
Menurut para analis, GGI merupakan penyatuan berbagai gagasan yang sebelumnya kerap dilontarkan Xi di forum-forum internasional. Namun, mereka menilai masih ada keraguan mengenai langkah konkret yang akan ditempuh Beijing untuk mewujudkan inisiatif tersebut.
“Dorongan ini tidak hanya lahir dari kekuatan politik luar negeri, tetapi juga dari kelemahan dalam negeri — mulai dari perlambatan ekonomi hingga tekanan demografi,” kata Abuza.
Sejumlah pihak menilai, ambisi China dalam GGI bisa menghadapi resistensi dari negara-negara lain yang skeptis terhadap kredibilitas dan niat Beijing. Meski demikian, inisiatif ini dianggap sebagai langkah paling jelas dari China dalam mengajukan diri sebagai motor pembentukan tatanan global baru.(CNA)






