WaroengBerita.com – Taput | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperingati HUT ke-18 BNPB dengan meninjau langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Desa Sibalanga, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan bersama Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, serta jajaran pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, BNPB menyampaikan bahwa pembangunan 40 unit huntara telah mencapai sekitar 95 persen dan ditargetkan segera diresmikan pada awal Februari 2026. Selain penyediaan tempat tinggal, masyarakat penerima juga difasilitasi dengan bantuan logistik serta perlengkapan dasar rumah tangga.
Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan respons cepat BNPB sejak awal bencana terjadi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan bencana.
“Kehadiran BNPB sejak awal sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Ini menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam penanganan bencana,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersamaan dan keharmonisan di lingkungan huntara, serta mendukung proses pemulihan secara bersama-sama. Selain itu, Wakil Bupati menekankan pentingnya penyelesaian pembangunan fasilitas pendukung, termasuk sistem drainase, agar hunian dapat difungsikan secara optimal.
Perwakilan masyarakat terdampak turut menyampaikan apresiasi atas pendampingan dan bantuan yang diberikan BNPB selama masa penanganan bencana.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung lokasi pembangunan huntara serta penyerahan bantuan kepada warga. Pemerintah daerah berharap seluruh proses pemulihan dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat dapat segera kembali hidup dengan aman dan layak.(Brt)












