www.waroengberita.com-Tanjungbalai | Walikota Tanjungbalai meminta awak media, LSM dan aktivis menjadi mitra strategis dalam membangun. Hal ini disampaikannya pada halalbihalal di aula Sutrisno Hadi, Selasa (7/4/2026) yang lalu.
“Atas nama pemerintah kota Tanjungbalai, kami meminta maaf atas kelemahan serta kekurangan kami selaku pemimpin. Selain itu kami juga meminta kepada para LSM, Wartawan dan Aktivis agar tidak melakukan kritikan yang mengandung fitnah, kami meminta, jadilah mitra strategis dalam membangun Kota Tanjungbalai,” ujar Walikota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim B. SE. M.A.P.
Turut hadir dalam acara halalbihalal tersebut, Walikota dan Wakil Walikota, Kasatpol PP, beberapa OPD, kalangan LSM, wartawan, aktivis dan stakeholder.
Bagi-bagi Uang
Kejanggalan muncul setelah acara halalbihalal selesai. Terpantau ada aksi bagi-bagi uang kepada undangan yang dilakukan oleh perwakilan Kominfo Kota Tanjungbalai. Pemberian dilakukan dengan memanggil nama peserta satu per satu, namun hal ini menjadi kontroversi karena tidak semua orang yang mengisi daftar hadir dipanggil untuk mendapatkan bagian.
Sementara itu, di luar, terjadi pula pembagian uang kepada para undangan yang tidak dipanggil sebelumnya. Nominal yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp20.000, Rp30.000, hingga Rp50.000. Praktik tersebut menimbulkan gejolak, memicu pertanyaan dan kecurigaan terkait mekanisme pembagian yang diterapkan.
Salah satu peserta acara halalbihalal yang minta identitasnya tak disebutkan mengungkapkan, bahwa uang yang dibagikan memiliki nominal yang bervariasi, yakni Rp20.000, Rp30.000, hingga Rp50.000.
“Apakah laporan pertanggungjawaban Kominfo Kota Tanjungbalai nantinya juga bervariasi seperti ini?” tanya salah satu peserta terssebut penuh curiga, menyiratkan adanya dugaan upaya mencari keuntungan pribadi.
Terkait hal ini, kru www.waroengberita.com mencoba menemui Kabid IPH Kominfo, Idawati Tanjung, S.E., M.AP., di ruangannya pada Rabu (8/4/2026) kemarin, guna mengkonfirmasi. Namun, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Upaya konfirmasi kemudian dilanjutkan kepada Kasi IPH Kominfo, Rocky Butar-butar. Sayangnya, Rocky enggan memberikan penjelasan. “Semua itu yang tahu atasan saya, karena saya tidak tahu apa-apa,” ungkap Rocky. (WB-Irham)












