WaroengBerita.com – Humbahas | Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi persoalan krisis air bersih di wilayah rawan air minum. Bupati Humbahas, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH., turun langsung meninjau lokasi sumber air yang diusulkan warga di Dusun IV Situmtuman, Desa Paranginan Selatan, Kecamatan Paranginan, Kamis (21/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat memperoleh akses air minum layak. Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Martogi Purba, Kepala Dinas PKP Anggiat Simanullang, sejumlah pimpinan OPD, Camat Paranginan Biduan Raidun Silanan, hingga Kepala Desa Paranginan Selatan Juanda Sianturi.
Turut hadir tim dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, di antaranya Kabid Infrastruktur Bapperida Sumut Habibi Lubis, ST., MT., serta perwakilan Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya, dan Dinas Sumber Daya Air Sumut.
Bupati Oloan menegaskan, penyediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera dipenuhi pemerintah. Berdasarkan data Pemkab Humbahas, dari total 470 kepala keluarga di Desa Paranginan Selatan, terdapat sekitar 80 kepala keluarga di Dusun IV Situmtuman yang hingga kini belum mendapatkan akses air minum memadai.
“Penyediaan air bersih adalah kebutuhan dasar yang menjadi perhatian utama pemerintah. Kami ingin masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air minum layak. Karena itu, kami berharap dukungan Pemprov Sumut agar pembangunan sarana air minum ini dapat diprioritaskan pada tahun anggaran 2026,” ujar Oloan.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemkab Humbahas dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjadi langkah strategis untuk mempercepat realisasi bantuan teknis maupun pembangunan infrastruktur air bersih di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kabid Infrastruktur Bapperida Sumut, Habibi Lubis, menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut melalui verifikasi teknis lapangan. Pemerintah Provinsi juga akan melibatkan OPD terkait guna memastikan sumber air yang diusulkan benar-benar layak dari sisi debit, kualitas air, hingga teknis distribusi ke permukiman warga.
Peninjauan lapangan dilakukan secara menyeluruh agar hasil survei nantinya menjadi dasar penyusunan perencanaan teknis pembangunan sarana air minum. Pemerintah berharap pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Paranginan.(RS)












