Festival Margonsi 2026 Digelar di Sipinsur, Generasi Muda Humbahas Tampilkan Kreativitas Gondang Sabangunan

Diikuti enam grup lintas generasi dari kawasan Danau Toba, festival ini menjadi ruang pelestarian musik tradisional Batak sekaligus promosi wisata budaya Humbang Hasundutan.

Keterangan : Foto bersama.(Ist)

WaroengBerita.com – Humbahas  | Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Pemkab Humbahas) menggelar Festival Margonsi 2026 di kawasan Geosite Sipinsur, Kecamatan Paranginan, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni musik tradisional Batak, khususnya Gondang Sabangunan.

Melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, festival ini diarahkan untuk menjaga keberlangsungan seni budaya tradisional agar tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap berkembang dan dikenal oleh generasi muda.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Humbahas, Dinas Simamora, menyampaikan bahwa Margondang merupakan bagian penting dari tradisi musikal masyarakat Batak yang mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya.

“Kita ingin memastikan bahwa seni tradisional tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi tetap hidup, berkembang, dikenal, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya dalam laporan pembukaan di Geosite Sipinsur, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Dina, selain sebagai wadah pelestarian budaya, Festival Margonsi 2026 juga dirancang untuk memberikan ruang ekspresi dan apresiasi bagi seniman, pargondang, komunitas seni, serta generasi muda. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Humbahas kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pemilihan Geosite Sipinsur, kata Dina,  sebagai lokasi penyelenggaraan juga memperkuat keterkaitan antara seni budaya dan pengembangan pariwisata. Pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut dapat menambah daya tarik kawasan Sipinsur sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Danau Toba.

Panitia menghadirkan dewan juri dari kalangan seniman yang memiliki kiprah hingga tingkat internasional. Meski jadwal awal pelaksanaan sempat disesuaikan karena bertepatan dengan kegiatan serupa di Kabupaten Toba, antusiasme peserta tetap terjaga.

Enam grup tampil dalam festival tersebut dengan melibatkan peserta lintas generasi dan wilayah, termasuk dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, dan Toba. Sejumlah peserta di antaranya berasal dari SMPN 1 Dolok Sanggul, SMAN 2 Unggulan Lintong Nihuta, dan SMAN 2 Soposurung Balige.

Setiap grup menampilkan karakter dan kreativitas musikal yang berbeda. Mereka memadukan instrumen tradisional dengan sentuhan alat musik modern, sekaligus melakukan improvisasi terhadap lagu wajib yang telah ditentukan panitia.

Penampilan tersebut memperlihatkan bahwa musik tradisional Batak memiliki ruang untuk terus dikembangkan tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai yang diwariskan.

Dalam kompetisi tersebut, Noema Band dari SMPN 1 Dolok Sanggul berhasil meraih juara pertama, disusul SMAN 2 Unggulan Lintong Nihuta sebagai juara kedua, sedangkan juara ketiga dimenangkan oleh Sahatan Medlody Paranginan.

Melalui Festival Margondang 2026, Pemkab Humbahas berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai warisan seni budaya Batak. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antarseniman, komunitas, masyarakat, dan pelaku pariwisata untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata kawasan Danau Toba.(Barto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *