Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Dairi Dorong Pelestarian Budaya Pakpak

Mengusung tema “Sada Dalan Kita Mahangga”, kegiatan ini diharapkan memperkuat identitas masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi UMKM dan sektor pariwisata.

Keterangan : Foto bersama.(Ist)

WaroengBerita.com – Dairi | Pesta Budaya Njuah-Njuah Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, mewakili Bupati Vickner Sinaga, di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Kamis (29/10/2026).

Mengusung tema “Sada Dalan Kita Mahangga”, perhelatan budaya yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 tersebut diawali dengan kirab budaya. Prosesi kirab dilepas Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Surung Charles Bantjin dari Kantor Bupati Dairi menuju lokasi kegiatan.

Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan kekuatan yang membentuk karakter masyarakat sekaligus menjadi fondasi pembangunan daerah.

Karena itu, pembangunan Kabupaten Dairi tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus diiringi pelestarian budaya, penguatan kebersamaan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pesta Budaya Njuah-Njuah disebut sebagai ruang untuk meneguhkan jati diri, merawat warisan leluhur, mempererat persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai luhur budaya Pakpak kepada generasi penerus.

“Sejak diberikan amanah bersama Wakil Bupati untuk memimpin Kabupaten Dairi, kami menyadari bahwa tanggung jawab ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Banyak harapan masyarakat yang harus dijawab, banyak persoalan yang harus diselesaikan, dan masih banyak pekerjaan pembangunan yang harus kita tuntaskan bersama,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.

Dalam menjalankan amanah tersebut, pemerintah berupaya membangun daerah dengan semangat gotong royong, kesetiakawanan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kemajuan Dairi, menurutnya, tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Lebih jauh, Pesta Budaya Njuah-Njuah diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM, pedagang, pengrajin, seniman, pelaku kuliner, hingga sektor pariwisata di Kabupaten Dairi.

“Semoga kegiatan ini berlangsung dengan baik, aman, tertib, dan penuh sukacita. Semoga Pesta Budaya Njuah-Njuah semakin memperkokoh identitas budaya Pakpak serta menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Dairi,” kata Wahyu saat membacakan sambutan Bupati.

Sementara itu, Ketua DPRD Dairi Sabam Sibarani menegaskan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah merupakan ciri khas sekaligus warna budaya Kabupaten Dairi. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya harus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat dan arah pembangunan daerah.

Ia juga mendorong agar pelaksanaan Pesta Budaya Njuah-Njuah memiliki landasan tertulis, baik melalui peraturan daerah maupun peraturan bupati, sehingga penyelenggaraannya dapat terjadwal dan berkelanjutan.

“Aspirasi dari masyarakat harus didengar. Pesta Budaya Njuah-Njuah perlu dibuat tertulis, baik itu dalam peraturan daerah ataupun peraturan bupati. Kami DPRD bisa dan siap mendukung sehingga pelaksanaan pesta terjadwal dengan baik,” ujar Sabam.

Ia menambahkan, kekompakan masyarakat dan tokoh daerah tidak hanya diperlukan dalam penyelenggaraan pesta budaya, tetapi juga dalam menyuarakan pembangunan. Menurutnya, kebersamaan tersebut dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi investor untuk menjalankan kegiatan usaha di Kabupaten Dairi.

Dalam rangkaian pembukaan kegiatan, para tokoh masyarakat terlebih dahulu melaksanakan acara “Sendihi”, salah satu ritual dalam adat Pakpak.

Pembukaan Pesta Budaya Njuah-Njuah 2026 turut dihadiri unsur Forkopimda Dairi, Sekretaris Daerah Surung Charles Bantjin, Plt. Direktur Destinasi Pariwisata BPODT Mosanda Tampubolon, para asisten dan staf ahli bupati, pimpinan OPD, pimpinan BUMN/BUMD, camat, kepala desa, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.

Melalui perhelatan ini, pelestarian budaya Pakpak diharapkan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi terus menjadi bagian dari identitas, persatuan, dan penggerak pembangunan Kabupaten Dairi.(RS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *