waroengberita.com – Pematangsiantar | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam aksi gerilyawan berbondong-bondong menuju kantor DPRD Kota Pematangsiantar, menuntut Pemerintah Pusat, maupun Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dialami masyarakat. Kamis, (21/4/2022).
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, Koordinator aksi, Dofasep Hutahaean mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat Pematangsiantar, selain itu aksi tersebut juga bertujuan untuk menolak segala kebijakan Pemerintah yang tidak pro rakyat.
Ditengah-tengah aksi tersebut, para Mahasiswa menyampaikan beberapa aspirasi mereka ke DPRD Kota Pematangsiantar untuk disampaikan ke Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Mulai dari kenaikan harga Minyak Goreng, harga BBM, hingga menolak wacana 3 periode Presiden dan menolak penundaan Pemilu 2024, menjadi tuntutan utama para pengunjuk rasa.

Selain itu, beberapa tuntutan lainnya terhadap Pemerintah Kota Pematangsiantar juga disampaikan para Mahasiswa, diantaranya :
1.meminta Kepala Pemerintahan Kota Siantar agar membenahi saluran irigasi supaya tidak terjadi banjir.
2.meminta Kepada Pemerintah Kota Siantar supaya melakukan inventarisir aset aset kota Pematangsiantar yang selama ini di kuasai bebarapa pihak.
3.meminta agar pembenahan di lakukan secepatnya.
4.Pemimpin kota Pematangsiantar dinilai selalu bersafari politik persiapan pemilu mendatang.
Hari ini juga pantauwan awak media hadir Personil Polres Siantar untuk mengamankan dan menjaga keamanan dalam aksi damai tersebut.
Beberapa Anggota dan pimpinan DPRD Siantar timbul Marganda lingga SH. datang menemui mahasiswa dan menerima aspirasi dari mahasiswa dan berpesan “Semua aspirasi masyarakat kita akan usahakan secepat mungkin,” ungkap pimpinan DPRD itu. (WB080)












