WaroengBerita.com – Pakpak Bharat |Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, melakukan kunjungan kerja ke unit usaha peternakan ayam milik BUMDes Rebbak Nduma di Desa Salak II, Kecamatan Salak, Sabtu (25/10/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan dana desa untuk sektor produktif.
Dalam peninjauannya di kandang ayam yang berlokasi di Napa Sengkut, Bupati Franc melihat langsung perkembangan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola masyarakat desa. Ia juga berkesempatan memanen telur hasil produksi perdana setelah melalui masa perawatan intensif selama beberapa bulan.
“Inilah yang kita harapkan bersama. Dana desa harus digunakan untuk kegiatan yang produktif dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, seperti peternakan dan pertanian. Jika dijalankan dengan tekun dan disiplin, hasilnya pasti akan baik. Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Franc Bernhard Tumanggor.
Bupati menilai, keberhasilan BUMDes Rebbak Nduma menunjukkan bahwa desa mampu berinovasi dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Ia berharap unit usaha semacam ini terus dikembangkan agar dapat membuka lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Pakpak Bharat.
Kepala Desa Salak II, Sakat Banurea, turut mendampingi kunjungan tersebut dan menjelaskan bahwa hasil telur dari BUMDes kini mulai dipasarkan di berbagai kios dan warung sekitar Kota Salak.
“Untuk pemasaran tidak ada kendala. Banyak pedagang dan kios di sekitar yang menampung. Bahkan masyarakat juga sering datang langsung ke kandang untuk membeli telur segar,” jelas Sakat.
Ia menambahkan, usaha peternakan ayam petelur ini telah menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi desa dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
BUMDes Rebbak Nduma sendiri mulai mengembangkan usaha di bidang peternakan ayam petelur sejak Juli 2025, setelah sebelumnya fokus pada penyewaan perlengkapan pesta sejak berdirinya pada tahun 2018.
“Melihat peluang pasar yang besar dan kebutuhan telur yang terus meningkat, kami berinisiatif untuk beralih ke usaha peternakan ayam petelur,” kata salah satu pengurus BUMDes.
Untuk menjaga kualitas dan kesehatan ayam, BUMDes Rebbak Nduma bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pakpak Bharat. Dinas tersebut secara rutin melakukan pengawasan, pemeriksaan kesehatan ayam, serta memberikan vaksinasi berkala.
Kerja sama ini terbukti efektif dalam menjaga produktivitas ternak serta menjamin mutu telur yang dihasilkan tetap baik dan higienis.
Selain meninjau kandang ayam, Bupati Franc juga berdialog dengan para pengurus BUMDes dan masyarakat setempat. Ia memberikan apresiasi atas semangat warga Desa Salak II dalam mengelola potensi ekonomi desa dengan tanggung jawab dan kreativitas.
“Program seperti ini akan terus kita dorong di desa-desa lain. Pemerintah siap memberikan dukungan, baik berupa pembinaan teknis maupun akses permodalan,” ungkapnya.
Kunjungan Bupati disambut hangat oleh masyarakat dan perangkat desa. Banyak warga mengaku bangga karena program yang dijalankan dengan dana desa akhirnya memberikan hasil nyata bagi kesejahteraan bersama.
Melalui keberhasilan BUMDes Rebbak Nduma, diharapkan desa-desa lain di Pakpak Bharat dapat terinspirasi untuk mengembangkan unit usaha yang sesuai dengan potensi lokal masing-masing.
Dengan semangat “Desa Maju, Pakpak Bharat Berdaya”, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mandiri dan berkelanjutan.(SB)












