WB – Samosir | Keberhasilan Geopark Kaldera Toba kembali memperoleh rekomendasi *green card* dari UNESCO disambut penuh syukur oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, atas peran penting dan dedikasinya dalam memimpin proses revalidasi hingga membawa kebanggaan bagi seluruh masyarakat kawasan Danau Toba.
Menurut Vandiko, capaian ini tidak terlepas dari semangat kolaboratif Gubernur Sumut yang mampu menyatukan langkah seluruh kepala daerah di kawasan Danau Toba. “Dengan segala upaya, sejak awal Pemkab Samosir optimis mendukung perolehan *green card*. Keberhasilan ini berkat perhatian, bimbingan, dan arahan Bapak Gubernur serta kerja sama semua pihak. Kita patut bangga atas hasil ini,” ujar Vandiko, Sabtu (7/9/2025).
Rekomendasi *green card* tersebut menandai kembalinya Geopark Kaldera Toba pada status terbaik setelah sebelumnya mendapatkan *yellow card*. Kepastian status diumumkan dalam Sidang Komite Eksekutif ke-11 Konferensi Global Geopark Network di Kutralkura, La Araucania, Chile, yang dipimpin oleh Setsuya Nakada. Capaian ini memastikan Geopark Kaldera Toba tetap diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk empat tahun ke depan.
Vandiko menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Samosir telah berkomitmen menjaga lima *geosite* yang berada di wilayahnya agar tetap lestari dan produktif. Berbagai program pembinaan, pelatihan, dan edukasi terus dilakukan kepada kelompok pengelola Geosite, pemerintah desa, serta sekolah melalui integrasi kurikulum berbasis geopark. “Kehadiran Geopark harus membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat kapasitas pengelolaan dan pengembangan masyarakat lokal,” tambahnya.
Sejak Toba Caldera Geopark ditetapkan sebagai anggota UNESCO Global Geopark pada tahun 2020, Pemkab Samosir telah mengeluarkan sejumlah regulasi untuk menjaga keunikan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati daerah. Vandiko juga menyebut sejumlah prestasi desa wisata di kawasan geopark menjadi bukti keberhasilan pendekatan berbasis masyarakat. Desa Wisata Hariara Pohan di Geosite Tele–Efrata–Sihotang berhasil meraih juara dua nasional pada Anugerah Desa Wisata 2023, sementara Desa Huta Tinggi menempati peringkat kelima pada tahun 2021.
“Selama proses revalidasi, kami secara konsisten menindaklanjuti setiap rekomendasi UNESCO. Ke depan, Pemkab Samosir akan terus menjalin sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk pengembangan geopark yang lebih berkelanjutan,” tegas Vandiko.
Sebagai informasi, Konferensi Global Geopark Network dan Sidang Internasional GGN berlangsung pada 5–12 September 2025 di Chile, diikuti delegasi dari ratusan negara. Dari Indonesia, hadir General Manager Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark, Dr. Azizul Kholis. Status *green card* menjadi pengakuan tertinggi dari UNESCO, menandakan Geopark Kaldera Toba telah memenuhi standar kelestarian, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat secara global.(Makkirim)












