WaroengBerita.com – Labuhanbatu | Akses jalan utama yang menghubungkan tiga desa di Kecamatan Marbau terputus akibat derasnya arus sungai yang meluap pada Jumat (21/11/2025) sore. Peristiwa itu terjadi di persimpangan Dusun 5 Tambak Kulim, Desa Aek Tapa, setelah pondasi jembatan seluas empat meter persegi runtuh dan terseret arus.
Mendapat laporan tersebut, Kapolsek Marbau AKP Jonly HW. Purba bersama personel Polsek segera turun ke lokasi untuk membantu warga membangun jembatan darurat. Langkah cepat ini dilakukan agar masyarakat tetap bisa melintas dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa harus menunggu proses perbaikan permanen yang membutuhkan waktu lebih lama.
Dalam keterangannya, Kapolsek menyebut kerusakan jembatan terjadi karena pondasi tidak mampu menahan tekanan air yang terus meningkat akibat curah hujan tinggi setiap hari. Untuk mempercepat pekerjaan, pihaknya berkoordinasi dengan PT Umada yang menurunkan satu unit excavator guna membantu pemasangan enam batang kelapa dan batang pinang sebagai material utama jembatan sementara.
Berkat dukungan alat berat dan gotong royong warga, jembatan darurat berhasil berdiri sekitar pukul 21.00 WIB. Meski demikian, akses hanya dibuka untuk pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui jalur PT Umada.
Kapolsek menegaskan pentingnya jembatan tersebut karena menjadi jalur arteri bagi warga Desa Marbau Selatan, Desa Babusalam, dan Desa Perkebunan Marbau Selatan. Ia juga meminta camat menyiapkan personel Satpol PP untuk membantu pengaturan arus warga agar terhindar dari kecelakaan, terutama bagi pelajar yang melintas menuju pusat kecamatan.
Turut hadir dalam kegiatan gotong royong itu Camat Marbau M. Ali, Danramil 06 Mayor Inf. Kurniawan Edi Saputra, Kabid Kedaruratan BPBD Agus Susanto, Kades Marbau Selatan, serta sejumlah personel Polsek, TNI, dan BPBD.(AS)












